Jakarta (KABARIN) - Xiaomi sepertinya belum selesai bikin kejutan di pasar kendaraan listrik. Setelah memperkenalkan SUV listrik YU7, kini perusahaan teknologi asal China itu diduga lagi menyiapkan versi yang lebih terjangkau.
Informasi ini muncul dari dokumen pengajuan regulasi terbaru di China, seperti dilaporkan Carnewschina pada Kamis (9/4) waktu setempat. Dari data tersebut, terlihat ada varian baru YU7 dengan spesifikasi yang sedikit berbeda dari model yang sudah diperkenalkan sebelumnya.
Varian ini diduga hadir dengan konfigurasi yang lebih sederhana, yang tujuannya jelas: menekan harga supaya bisa lebih kompetitif di pasar mobil listrik yang makin ramai.
Meski lebih “versi hemat”, dimensi mobilnya tetap sama. Panjangnya 4.999 mm, lebar 1.996 mm, dan tinggi sekitar 1.600–1.608 mm, dengan jarak sumbu roda 3.000 mm. Jadi secara tampilan, masih mempertahankan bodi besar khas SUV premium.
Perbedaan mulai terasa di sektor mesin. Model baru ini menggunakan penggerak roda belakang (RWD) dengan satu motor listrik yang menghasilkan tenaga maksimum 235 kW atau sekitar 315 hp. Untuk baterai, Xiaomi memilih menggunakan lithium besi fosfat (LFP) yang dipasok oleh CATL—jenis baterai yang dikenal lebih efisien dari sisi biaya.
Selain itu, varian baru ini juga menawarkan opsi personalisasi yang lebih beragam, termasuk pilihan desain velg 20 inci yang bisa dipilih sesuai selera.
Menariknya lagi, bobot mobil ini dibuat lebih ringan. Varian entry-level ini memiliki berat kosong sekitar 2.200 kg, atau lebih ringan 115 kg dibandingkan versi standar yang mencapai 2.315 kg.
Meski begitu, Xiaomi masih belum buka suara soal nama resmi, varian detail, maupun tanggal peluncuran dari model ini. Jadi untuk sekarang, semua masih sebatas bocoran dari dokumen regulasi.
Sebagai gambaran, Xiaomi YU7 yang sudah ada saat ini dijual di kisaran 253.500 yuan hingga 329.900 yuan, atau sekitar Rp626 juta sampai Rp816 juta. Kalau benar ada versi yang lebih murah, bukan nggak mungkin SUV listrik Xiaomi bakal makin dilirik banyak orang.
Dengan strategi ini, Xiaomi kelihatan serius mau main di segmen kendaraan listrik, nggak cuma di kelas premium tapi juga menyasar pasar yang lebih luas.
Sumber: Carnewschina