Korban meninggal bencana alam di Agam naik jadi 74 jiwa

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Jumlah korban jiwa akibat banjir dan longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kembali bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyampaikan total korban meninggal kini mencapai 74 orang. Data tersebut dihimpun dari laporan BPBD Agam per Jumat malam.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan bahwa korban tersebar di lima kecamatan.

"Di Kecamatan Palembayan tercatat 27 korban, terdiri atas 21 orang yang telah teridentifikasi dan enam lainnya masih menunggu identifikasi. Proses pencarian dan pertolongan masih terus dilakukan tim gabungan di sejumlah titik terdampak," ujarnya.

Abdul juga merinci korban yang ditemukan di wilayah Palembayan berada di sejumlah desa. Terdapat tujuh korban di Kampung Tangah, sembilan korban di Kampung Tangah Timur, serta 17 korban di Subarang Ala yang seluruhnya sudah diverifikasi identitasnya.

Selain itu, Kecamatan Malalak melaporkan 10 korban, Kecamatan Tanjung Raya dua korban, Palupuh satu korban, dan Kecamatan Matur satu korban. Semua korban di wilayah tersebut telah teridentifikasi oleh petugas.

BPBD Agam juga mencatat masih ada 78 warga yang belum ditemukan. Mayoritas berasal dari Palembayan dengan total 69 orang, sedangkan Malalak melaporkan tujuh warga hilang dan Tanjung Raya dua warga.

BNPB menegaskan bahwa seluruh tim SAR gabungan terus dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian. Alat berat juga diturunkan di berbagai titik yang terdampak longsor dan banjir bandang.

Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, relawan, dan instansi terkait turut memperluas area pencarian serta memastikan kebutuhan dasar warga di pengungsian tetap terpenuhi.

Bagikan

Mungkin Kamu Suka