News

Prabowo Ajak Akademisi Bahas Energi, Hilirisasi, dan Tantangan Global

Jakarta (KABARIN) - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan para rektor dan guru besar dari perguruan tinggi negeri maupun swasta di Istana Kepresidenan Jakarta. Dalam agenda tersebut, Prabowo memaparkan gambaran besar kondisi energi nasional, arah hilirisasi, serta situasi ekonomi dan ketahanan negara.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia yang turut mendampingi Presiden menyampaikan bahwa Prabowo menjelaskan kondisi terkini Indonesia, mulai dari ekonomi, kedaulatan pangan, hingga strategi pengelolaan energi dan hilirisasi.

"Tadi Bapak Presiden memberikan penjelasan kepada semua pimpinan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Saya kebetulan mendampingi, Bapak Presiden menjelaskan tentang kondisi negara kita, kondisi ekonomi, kedaulatan pangan, termasuk membahas tentang hilirisasi dan energi ya," ujar Bahlil.

Menurutnya, pertemuan ini menjadi ajang komunikasi langsung antara Presiden dan kalangan akademisi untuk berbagi pandangan soal penyelenggaraan negara serta tantangan yang dihadapi Indonesia ke depan.

Ia menambahkan, Prabowo juga menyinggung upaya menjaga keberlanjutan dan daya tahan Indonesia di tengah situasi geopolitik global yang terus berubah.

"Ya banyak hal, tentang bagaimana bernegara, kemudian juga bagaimana Indonesia bisa survival di era geopolitik yang seperti sekarang. Saya pikir banyak hal," katanya.

Soal isu pengelolaan tambang oleh kampus, Bahlil menegaskan hal tersebut tidak dibahas secara khusus. Meski begitu, ia menyebut aturan yang ada memang membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk menerima manfaat dari aktivitas pertambangan.

"Tidak dijelaskan secara spesifik, tetapi bahwa memang secara undang-undang sekarang adalah kampus bisa menerima manfaat, penerima manfaat daripada pengelolaan tambang," ucapnya.

Pernyataan senada disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Ia mengatakan Presiden juga menyinggung kondisi geopolitik, ekonomi nasional, program unggulan pemerintah, swasembada pangan, hingga hilirisasi industri.

Namun, Airlangga menegaskan pertemuan tersebut bersifat pemaparan satu arah tanpa sesi tanya jawab.

"Tadi takilmat saja, tidak ada dialog," ujarnya.

Taklimat ini diikuti sekitar 1.200 guru besar, dekan, dan rektor dari bidang sosial humaniora berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Kegiatan berlangsung di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis pagi.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menilai pertemuan ini menunjukkan perhatian serius Presiden terhadap dunia pendidikan. Menurutnya, agenda tersebut menjadi wadah bagi Presiden untuk menyampaikan pandangan, pembaruan kondisi nasional dan global, serta rencana besar pembangunan Indonesia ke depan.

"Ini bagian dari agenda Bapak Presiden sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintah untuk berdiskusi, menyampaikan pandangan-pandangan Beliau, update-update terhadap kondisi negara kita maupun kondisi geopolitik, dan rencana-rencana besar yang harus kita kerjakan ke depan," kata Prasetyo.

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: