Money

Ekonomi Jakarta Tumbuh Stabil di Tengah Tekanan Global

Jakarta (KABARIN) - Perekonomian Jakarta dinilai masih berada di jalur aman dan stabil. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyebut capaian investasi dan pengelolaan keuangan daerah bahkan melampaui target yang ditetapkan.

"Di tengah dinamika perekonomian global nasional, Alhamdulillah perekonomian DKI Jakarta tetap terjaga dengan baik. Inflasi, aktivitas ekonomi yang berkelanjutan, serta iklim investasi yang kondusif," kata Pramono di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers terkait realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025. Menurut Pramono, kinerja ekonomi Jakarta terus bergerak stabil berkat kebijakan fiskal yang memberi dampak langsung ke masyarakat.

Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Jakarta tercatat sebesar 5,03 persen. Bank Indonesia juga memproyeksikan laju pertumbuhan ekonomi Jakarta pada 2025 berada di kisaran 4,6 hingga 5,4 persen.

Salah satu sektor yang mencatat pertumbuhan paling tinggi adalah penyediaan akomodasi serta makan dan minum. Sektor ini tumbuh 9,79 persen dengan kontribusi sekitar 5,13 persen terhadap perekonomian daerah.

Pemaparan kinerja ekonomi dan anggaran ini disebut sebagai bentuk komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas publik.

Hingga 31 Desember 2025, APBD DKI Jakarta yang dipatok sebesar Rp91,86 triliun terealisasi dengan kinerja yang dinilai positif. Pendapatan daerah mencapai Rp79,94 triliun yang bersumber dari pajak, retribusi, hingga pemanfaatan aset daerah senilai Rp448 miliar. Sementara belanja daerah terealisasi Rp76,05 triliun.

"Pembiayaan daerah tercatat Rp1,89 triliun. SiLPA pada Desember 2025, Rp5,78 triliun. Dengan surplus anggaran sebesar Rp3,89 triliun," katanya.

Adapun pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan ketiga 2025 berada di angka 4,96 persen. Capaian ini mencerminkan pemulihan ekonomi yang stabil, sejalan dengan Indeks Keyakinan Konsumen pada Desember 2025 yang berada di level 145,33.

Pramono menilai tingginya angka tersebut menunjukkan optimisme masyarakat dan pelaku usaha. Kepercayaan investor juga dinilai masih kuat, tercermin dari inflasi Jakarta yang berada di angka 2,63 persen, lebih rendah dibanding inflasi nasional sebesar 2,92 persen. Sepanjang 2025, realisasi investasi di Jakarta mencapai Rp270,9 triliun.

Dengan pengelolaan yang terbuka dan akuntabel, Pramono berharap capaian ini bisa memberikan dampak positif bagi pemerintah daerah, dunia usaha, dan warga Jakarta.

"Jakarta memiliki tanggung jawab yang besar untuk memastikan manfaat pembangunan yang dirasakan oleh seluruh warga Jakarta," ungkap Pramono.

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: