Prabowo Subianto Tugaskan Menteri Bahlil Jadi Ketua Satgas Transisi Energi

waktu baca 2 menit

Sudah tentu orientasinya ini adalah transisi energi bisa kita lakukan lebih cepat, tapi juga kita bisa mengurangi subsidi

Jakarta (KABARIN) - Pemerintah mendorong langkah lebih cepat menuju penggunaan energi bersih di Indonesia. Presiden Prabowo Subianto menunjuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Transisi Energi.

Penunjukan itu disampaikan setelah rapat terbatas yang digelar di Istana Negara Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah membahas strategi memperluas pemanfaatan energi baru dan terbarukan di berbagai daerah.

Bahlil mengatakan pemerintah sedang mempersiapkan berbagai program untuk mempercepat penggunaan energi ramah lingkungan, termasuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya. Fasilitas ini nantinya akan dimanfaatkan oleh sekolah serta desa di berbagai wilayah.

"Kami baru selesai melakukan rapat terbatas dengan Bapak Presiden, yang pembahasannya pada implementasi energi bersih dan terbarukan. Di dalamnya, termasuk kaitannya dengan (program) 100 gigawatt (GW) untuk PLTS, kemudian energi baru terbarukan," ujar Bahlil di Istana Negara Jakarta.

Menurut Bahlil, pembentukan satuan tugas ini bertujuan mempercepat realisasi program energi bersih sekaligus meningkatkan efisiensi anggaran negara. Salah satu caranya adalah mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik berbahan bakar diesel.

"Sudah tentu orientasinya ini adalah transisi energi bisa kita lakukan lebih cepat, tapi juga kita bisa mengurangi subsidi. Karena dengan kita mengonversi dari PLTD atau diesel ke PLTS, maka itu akan mengakibatkan efisiensi terhadap subsidi listrik dan sekaligus kita mendorong percepatan untuk pemakaian motor dan mobil listrik," tambah Bahlil.

Selain mempercepat pembangunan pembangkit tenaga surya, pemerintah juga ingin memperluas akses listrik di wilayah terpencil. Program tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan energi yang lebih merata hingga ke pulau-pulau kecil.

Bahlil juga mengungkapkan bahwa Presiden meminta agar program konversi kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik dipercepat. Pemerintah menargetkan sekitar 120 juta sepeda motor bisa beralih menjadi motor listrik dalam beberapa tahun ke depan.

"Bapak Presiden sangat berkeinginan untuk implementasinya dilakukan segera dan insya Allah kita akan melakukan dalam kurun waktu yang tidak lama. Bapak Presiden tadi menyampaikan bahwa maksimal 3 sampai 4 tahun, bahkan kalau bisa lebih cepat lagi," sebut Bahlil.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka