News

Kepala NATO Tegaskan Eropa Tak Bisa Bertahan Sendiri Tanpa AS

Brussels (KABARIN) - Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menegaskan peran Amerika Serikat masih krusial dalam menjaga keamanan Eropa. Ia menyebut gagasan Eropa bertahan sendiri tanpa dukungan AS sebagai sesuatu yang tidak realistis di tengah ancaman global saat ini.

"Jika ada yang berpikir bahwa Uni Eropa, atau Eropa secara keseluruhan, dapat membela diri tanpa AS, teruslah bermimpi. Anda tidak bisa. Kita tidak bisa. Kita saling membutuhkan," kata Rutte saat berbicara di hadapan Parlemen Eropa di Brussels.

Menurut Rutte, hubungan keamanan antara AS dan NATO bersifat saling bergantung. Amerika Serikat juga membutuhkan aliansi NATO demi menjamin keamanannya sendiri, bukan hanya sebaliknya.

Ia menilai upaya Eropa untuk sepenuhnya mandiri di sektor pertahanan justru akan menelan biaya jauh lebih besar. Rutte menyebut anggaran pertahanan tinggi pun belum tentu cukup jika Eropa harus membangun kekuatan strategis sendiri.

"Jika Anda benar-benar ingin melakukannya sendiri, dan mereka yang Anda mohon untuk itu, lupakan itu, Anda tidak akan pernah bisa sampai sana dengan 5 persen, itu akan menjadi 10 persen," ujarnya.

"Anda harus membangun kemampuan nuklir Anda sendiri yang membutuhkan biaya miliaran euro. Anda akan kalah, dalam skenario itu, Anda akan kehilangan penjamin utama kebebasan kita, yaitu payung nuklir AS. Jadi, semoga berhasil," tambah Rutte.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama yang lebih rapi antara NATO dan Uni Eropa. Menurutnya, Uni Eropa kuat dalam urusan ketahanan dan regulasi, tetapi justru perlu memangkas aturan yang menghambat sektor pertahanan.

"Uni Eropa hebat dalam hal ketahanan, tetapi Uni Eropa juga hebat dalam hal regulasi. Dan di sini, kita sangat membutuhkan deregulasi," katanya.

Pernyataan Rutte ini muncul di tengah sorotan isu Greenland, setelah Presiden AS Donald Trump sempat mendorong rencana akuisisi wilayah Denmark tersebut. Ketegangan itu sedikit mereda usai pertemuan Trump dan Rutte di Davos, Swiss.

Trump menyebut ada pembahasan kerangka kerja terkait Greenland yang fokus pada isu keamanan serta upaya membendung pengaruh Rusia dan China di kawasan Arktik. Rutte menjelaskan NATO akan berperan lebih aktif dalam menjaga keamanan Greenland dan wilayah Arktik secara kolektif.

Sementara itu, jalur pembahasan lain melibatkan Denmark, Greenland, dan AS secara langsung. Rutte menegaskan dirinya tidak ikut campur dalam proses tersebut.

"Terserah kepada Denmark, Greenland, dan AS untuk melakukan itu. Saya tidak akan terlibat dalam alur kerja itu," ujarnya.

"Saya tidak memiliki mandat untuk bernegosiasi atas nama Denmark, jadi saya tidak melakukannya, dan saya tidak akan melakukannya," lanjut Rutte.

Soal perang Rusia dan Ukraina, Rutte menilai dukungan terhadap Kiev masih menjadi prioritas utama. Meski industri pertahanan Eropa terus berkembang, saat ini belum cukup untuk memenuhi kebutuhan militer Ukraina di tengah serangan yang masih menyasar infrastruktur sipil.

Ia mengapresiasi langkah Uni Eropa yang menyiapkan paket pinjaman senilai 90 miliar euro untuk Ukraina. Dana tersebut dinilai bisa berdampak besar bagi keamanan dan stabilitas negara itu.

“Tetapi di sini, saya benar-benar mendesak Anda untuk memastikan fleksibilitas dalam bagaimana dana ini dapat dibelanjakan,” kata Rutte.

Ia kembali menekankan bahwa bantuan dari AS masih memegang peranan penting bagi Ukraina, mengingat aliran peralatan militer bernilai miliaran dolar dari Washington terus menopang pertahanan negara tersebut.

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: