Brussels (KABARIN) - Pemerintah Italia resmi mengumumkan status darurat setelah siklon Harry menyebabkan kerusakan parah di sejumlah wilayah, termasuk Calabria, Sisilia, dan Sardinia. Keputusan ini diumumkan pada Senin, menyusul cuaca ekstrem yang memicu longsor besar dan memaksa ribuan warga mengungsi.
Salah satu dampak terparah terjadi di kota Niscemi, Sisilia. Longsor besar yang melanda wilayah tersebut membuat sekitar 1.500 warga harus meninggalkan rumah mereka demi keselamatan. Pergerakan tanah dilaporkan masih terus berlangsung hingga mendekati pusat kota.
Menteri Perlindungan Sipil Italia, Nello Musumeci, mengatakan pemerintah telah mengambil langkah pencegahan karena kondisi tanah yang belum stabil.
Ia menjelaskan, zona penyangga keselamatan di Niscemi diperluas dari 100 meter menjadi 150 meter. Menurut laporan stasiun televisi Rai News yang mengutip otoritas setempat, garis longsoran tanah kini membentang lebih dari empat kilometer.
Musumeci juga mengonfirmasi jumlah pengungsi terus bertambah dan telah mencapai 1.500 orang.
Peringatan serupa disampaikan Kepala Departemen Perlindungan Sipil, Fabio Ciciliano. Ia menyebut longsor masih aktif dan potensi pengungsian tambahan tetap terbuka.
"Jumlah pengungsi di Niscemi meningkat karena tanah longsor belum berhenti, seiring longsor terus memasuki kota, menjadi semakin penting untuk meningkatkan jumlah pengungsi," katanya.
Untuk penanganan awal, pemerintah Italia mengucurkan dana darurat nasional sebesar 100 juta euro atau sekitar Rp2 triliun. Dana tersebut dialokasikan bagi wilayah Calabria, Sisilia, dan Sardinia, yang ditetapkan dalam status darurat selama satu tahun, menurut kantor berita ANSA.
Sebelumnya pada hari yang sama, Departemen Perlindungan Sipil Italia juga memperpanjang status siaga biasa atau kode kuning hingga 27 Januari di beberapa wilayah, termasuk Veneto, Sardinia, Campania, Calabria, dan Sisilia. Status ini diberlakukan setelah sistem tekanan rendah yang kuat melintasi kawasan Mediterania tengah-barat.
Di Niscemi sendiri, dua longsor besar terjadi dalam beberapa hari terakhir akibat hujan lebat yang turun tanpa henti. Area terdampak kini membentang sekitar empat kilometer dengan kedalaman longsoran diperkirakan mencapai enam meter.
"Situasinya terus memburuk," kata Wali Kota Niscemi, Massimiliano Conti.
Ia menambahkan bahwa longsor lanjutan terjadi pada malam hari, termasuk longsoran vertikal sedalam 25 meter di beberapa titik. Akibat kondisi tersebut, sejumlah ruas jalan ditutup dan seluruh jenjang sekolah di Niscemi, kota dengan sekitar 25.000 penduduk, diliburkan sementara.
Dampak cuaca ekstrem juga terasa di Italia utara. Longsor besar melanda jalan pesisir Via Aurelia yang menghubungkan Arenzano dan Genoa pada Senin malam. Longsoran dari lereng bukit dekat terowongan Pizzo membuat bebatuan dan puing menutup kedua jalur lalu lintas.
Petugas pemadam kebakaran langsung melakukan pencarian semalaman untuk memastikan tidak ada korban yang tertimbun. Unit anjing pelacak dikerahkan, meski hingga kini belum ada laporan korban jiwa.
Sementara itu di Sardinia, otoritas setempat memperpanjang peringatan badai selama 24 jam ke depan. Hujan lebat diperkirakan masih akan terus turun, dengan risiko hidrogeologis tetap tinggi selama sistem cuaca buruk ini belum berlalu.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026