News

PMI Salurkan 4.500 Liter Air Bersih untuk Korban Banjir Agam

Kabupaten Agam (KABARIN) - Palang Merah Indonesia (PMI) Sumatera Barat terus bergerak membantu warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam. Salah satu langkah cepat yang dilakukan adalah menyalurkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

PMI Sumbar mencatat telah mendistribusikan total 4.500 liter air bersih kepada para penyintas sejak awal Januari.
“Sejak 3 hingga 16 Januari 2026 PMI telah mendistribusikan 4.500 liter air bersih kepada masyarakat di Kecamatan Malalak,” kata Kepala Markas PMI Kota Bukittinggi Ahmad Jais di Kabupaten Agam, Selasa.

Tak hanya menyalurkan air bersih, PMI bersama para relawan dan warga setempat juga mempercepat perbaikan pipa-pipa air yang rusak akibat terjangan banjir bandang dan longsor. Upaya ini mulai membuahkan hasil, karena sebagian besar rumah warga kini sudah kembali mendapatkan akses air bersih.

“Pipanya sudah kita perbaiki. Jadi, sekarang itu hampir seluruhnya sudah mendapatkan akses air bersih,” ujar Ahmad Jais.

Meski begitu, masih ada beberapa rumah yang belum sepenuhnya terhubung karena proses pemasangan sambungan pipa masih berjalan. PMI memastikan pengerjaan tersebut akan segera dituntaskan dalam waktu dekat.

Ahmad Jais menegaskan, PMI akan terus hadir membantu masyarakat yang masih kesulitan mendapatkan air bersih. Apalagi, Ketua Umum PMI Pusat Jusuf Kalla telah menginstruksikan agar penanganan bencana tidak hanya fokus pada layanan medis, tetapi juga mencakup pembersihan lingkungan, rumah warga, fasilitas umum, hingga distribusi air bersih.

Menurut Ahmad Jais, Jusuf Kalla juga meminta jajaran PMI di daerah bencana untuk bersinergi dengan pemerintah dalam mempercepat proses pemulihan sebelum memasuki bulan suci Ramadan. Tujuannya agar warga bisa menjalani ibadah dengan lebih aman dan nyaman, meski masih dalam masa pemulihan.

“Beliau (Jusuf Kalla) berharap bulan puasa nanti masyarakat rumahnya yang masih bisa dipakai, agar dibantu sehingga secepatnya bisa kembali ditempati,” ucap dia.

Dukungan juga datang dari relawan Universitas Borobudur. Salah seorang relawan, Asep, mengatakan pihaknya berkolaborasi dengan PMI untuk membantu warga terdampak. Relawan yang terdiri dari dosen dan mahasiswa itu ikut membersihkan rumah-rumah warga, termasuk saluran air yang masih tersumbat material banjir.

“Sebelum ke sini, kami berkomunikasi dengan PMI Bukittinggi terkait apa saja yang bisa kami bantu untuk masyarakat terdampak bencana,” ujar dia.

Kolaborasi antara PMI, relawan, dan masyarakat ini diharapkan bisa mempercepat pemulihan Malalak, agar warga segera kembali beraktivitas normal setelah bencana.

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: