Washington (KABARIN) - Badai musim dingin yang melanda Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir membawa dampak serius, khususnya di Kota New York. Wali Kota New York Zohran Mamdani mengungkapkan bahwa sedikitnya 10 orang meninggal dunia akibat cuaca ekstrem tersebut.
“Sedikitnya 10 warga New York telah kehilangan nyawa mereka secara tragis usai ditemukan di luar ruangan,” kata Mamdani kepada wartawan pada Selasa (27/1).
Meski demikian, Mamdani menyebut pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pasti kematian para korban. Hingga kini, belum dapat dipastikan apakah seluruh kasus tersebut berkaitan langsung dengan hipotermia akibat suhu dingin yang ekstrem.
Menghadapi kondisi ini, Mamdani mengimbau warga New York untuk tetap waspada dan saling peduli, terutama terhadap tetangga yang rentan terdampak cuaca dingin.
“Kota New York masih berstatus kode biru, yang artinya kami meningkatkan upaya penjangkauan, melakukan pemeriksaan sepanjang waktu, dan melonggarkan prosedur penerimaan penampungan guna menampung sebanyak mungkin warga New York,” ujarnya.
Dalam situasi darurat tersebut, pemerintah kota juga telah mengambil langkah konkret dengan menempatkan 170 tunawisma ke berbagai tempat pengungsian demi melindungi mereka dari bahaya cuaca dingin.
Sementara itu, dampak badai musim dingin tak hanya dirasakan di New York. Surat kabar New York Post pada Senin (26/1) melaporkan bahwa badai salju yang menyapu berbagai wilayah di Amerika Serikat telah menyebabkan sedikitnya 26 korban jiwa secara nasional.
Otoritas setempat terus memantau perkembangan cuaca dan mengingatkan warga untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama saat suhu berada di titik terendah, demi menghindari risiko kesehatan yang lebih besar.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026