Jakarta (KABARIN) - Minggu dini hari di St. James’ Park berubah menjadi panggung drama penuh emosi. Di hadapan publik Newcastle, Brentford tampil tanpa gentar dan pulang membawa kemenangan tipis 3-2 dalam laga Liga Inggris yang sarat tensi hingga menit akhir.
Tuan rumah lebih dulu menguasai suasana. Menit ke-24, sepak pojok Bruno Guimaraes disambut sundulan Sven Botman yang tak mampu dihalau kiper Brentford. Gol itu membuat publik Newcastle bergemuruh dan memberi sinyal dominasi awal The Magpies.
Namun Brentford datang dengan mental baja. Menit ke-37, Vitaly Janelt menyamakan kedudukan lewat sundulan akurat setelah menerima umpan silang Keane Lewis-Potter. Gol tersebut menjadi titik balik permainan.
Drama kian memanas menjelang turun minum. Brentford mendapat hadiah penalti setelah Jacob Murphy kedapatan menyentuh bola dengan tangan di kotak terlarang. Igor Thiago yang maju sebagai algojo tampil tenang dan membawa tim tamu berbalik unggul 2-1 pada menit 45+2.
Memasuki babak kedua, Newcastle mencoba mengambil alih kendali. Serangan demi serangan dilancarkan, namun baru membuahkan hasil di menit ke-79. Penalti Bruno Guimaraes sukses menaklukkan Caoimhin Kelleher dan kembali menyamakan skor menjadi 2-2.
Saat laga tampak akan berakhir imbang, Brentford justru melancarkan pukulan terakhir. Menit ke-85, Mathias Jensen mengirim umpan terobosan tajam yang diselesaikan dengan dingin oleh Dango Outtara. Gol itu memastikan kemenangan dramatis Brentford di kandang lawan.
Tambahan tiga poin ini membawa Brentford kembali naik ke peringkat ketujuh klasemen Liga Inggris dengan 39 poin dari 25 laga. Sementara Newcastle harus puas tertahan di posisi ke-12 dengan 33 poin, setelah gagal memaksimalkan keuntungan bermain di depan pendukung sendiri.
Malam di Newcastle pun berakhir pahit—sementara Brentford pulang dengan cerita manis tentang keberanian, ketenangan, dan penyelesaian di saat krusial.
Editor: Suryanto
Copyright © KABARIN 2026