Moskow (KABARIN) - Rob Jetten resmi menjadi perdana menteri termuda Belanda usai dilantik oleh Raja Willem-Alexander dalam upacara di kediaman kerajaan Huis ten Bosch di Den Haag, Senin,
Jetten, pemimpin Partai Demokrat 66 (D66), ditunjuk sebagai kepala pemerintahan koalisi yang baru usai pemilu legislatif tahun lalu. Usianya yang baru 38 tahun menjadikannya perdana menteri termuda sepanjang sejarah Belanda.
Bersama 17 menteri dan 10 sekretaris negara, Jetten mengambil sumpah di hadapan Raja Willem-Alexander dengan janji mematuhi konstitusi dan melaksanakan tugas sepenuh hati.
Dilan Yesilgoz-Zegerius, pemimpin Partai Rakyat untuk Kebebasan dan Demokrasi (VVD), ditunjuk sebagai wakil perdana menteri pertama serta menteri pertahanan, sementara Bart van den Brink dari partai Seruan Demokrat Kristen (CDA) disumpah sebagai wakil perdana menteri kedua serta menteri suaka dan migrasi.
Sementara, mantan anggota Parlemen Eropa Tom Berendsen dari CDA menjadi menteri luar negeri, dan Sjoerd Sjoerdsma dari D66, yang disanksi China sejak 2021, menjadi menteri perdagangan luar negeri.
Pejabat posisi kunci lainnya yang dilantik antara lain David van Weel dari VVD sebagai menteri kehakiman dan keamanan, Pieter Heerma dari CDA sebagai menteri dalam negeri, dan Eelco Heinen dari VVD yang tetap sebagai menteri keuangan.
Di luar upacara pelantikan, sejumlah 20 aktivis dari organisasi "Extinction Rebellion" memblokade jalan menuju istana kerajaan sebagai bentuk protes, menurut laporan media Belanda NOS.
Para aktivis mendakwa Jetten tak mendorong kebijakan iklim yang tepat serta melanjutkan kebijakan migrasi dari pemerintahan sebelumnya.
Dalam pemilihan umum legislatif yang berlangsung pada 29 Oktober 2025, partai D66 unggul dalam hal perolehan suara, mengalahkan Partai Kebebasan (PVV) yang berhaluan kanan ekstrem, meski keduanya sama-sama memperoleh 26 kursi parlemen.
Sementara, VVD memenangi 22 kursi, aliansi Hijau Kiri-Buruh memperoleh 20 kursi, dan CDA meraih 18 kursi parlemen.
Jetten sebelumnya menyatakan tak akan membentuk koalisi dengan PVV pimpinan Geert Wilders dan, sebagai pemenang pemilu, partainya memulai dialog koalisi bersama VVD dan CDA untuk membentuk pemerintahan baru, meski akan berstatus minoritas di parlemen.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026