Jakarta (KABARIN) - Tunggal putra Indonesia Alwi Farhan mengakui dirinya tampil di bawah tekanan saat harus menghadapi Alex Lanier pada partai kedua laga terakhir Grup D Piala Thomas 2026.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Horsens, Denmark, Selasa malam atau Rabu dini hari WIB, Alwi kalah 16-21 dan 19-21 sehingga membuat Indonesia tertinggal 0-2 dari Prancis.
“Karena memang sekarang posisinya kami juga membutuhkan kemenangan, rasa itu cukup menghantui saya. Dan saya lebih merasakan pressure,” kata Alwi dalam keterangan resmi PP PBSI usai pertandingan.
Ia menjelaskan bahwa secara pola permainan tidak banyak perubahan dari lawan. Namun, menurutnya, kekuatan pukulan Alex Lanier menjadi faktor utama yang menyulitkan dirinya sepanjang laga.
“Hari ini tidak terlalu berbeda pola yang diterapkan lawan tapi dia powernya sangat besar ya, jadi antisipasinya tadi saya beberapa kali lepas,” ujarnya.
Alwi menambahkan beberapa kesalahan dalam membaca arah serangan lawan membuat Lanier lebih mudah mencetak poin penting, terutama di momen krusial gim kedua.
“Dia banyak mendapatkan poin dari situ, saya harus perbaiki untuk ke depan,” kata Alwi.
Kekalahan ini membuat posisi Indonesia semakin sulit setelah sebelumnya Jonatan Christie juga gagal menyumbang poin di partai pembuka usai kalah dari Christo Popov dengan skor 19-21 dan 14-21.
Dengan hasil tersebut, Indonesia kini wajib memenangkan tiga partai tersisa jika ingin menjaga peluang membalikkan keadaan dan tetap bersaing di Grup D.
Pada laga berikutnya, Anthony Sinisuka Ginting akan menghadapi Toma Junior Popov di tunggal ketiga. Kemudian Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani akan berhadapan dengan Eloi Adam dan Leo Rossi di sektor ganda, sebelum Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri menutup pertandingan melawan pasangan Christo Popov dan Toma Junior Popov.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026