Tuntut keadilan upah, 3.000 pekerja Amazon Jerman mogok saat Black Friday

waktu baca 2 menit

Berlin (KABARIN) - Black Friday yang biasanya jadi pesta belanja justru dimulai dengan tensi panas di Jerman. Sekitar 3.000 karyawan gudang Amazon kompak menghentikan aktivitas mereka dalam aksi mogok kerja terkoordinasi, tepat di hari paling sibuk dalam kalender belanja online.

Aksi ini digerakkan oleh serikat buruh Verdi, yang sengaja memilih Black Friday untuk memaksimalkan tekanan pada Amazon agar mau menyetujui perjanjian upah kolektif—sesuatu yang sudah lama diperjuangkan para pekerja.

Beberapa fulfillment center terbesar Amazon ikut terdampak, termasuk fasilitas di Bad Hersfeld, Dortmund, Frankenthal, Graben, dan Koblenz. Ini adalah titik-titik vital yang biasanya menangani volume pesanan tinggi saat puncak belanja global.

Verdi menilai Amazon harus menyesuaikan upah dengan standar ritel Jerman, bukan membuat aturan sendiri yang dinilai tidak transparan. Silke Zimmer, anggota dewan eksekutif nasional Verdi, menggambarkan tekanan yang dialami para pekerja.

“Bagi rekan-rekan kami, setiap hari terasa seperti Black Friday karena intensifikasi kerja dan praktik upah yang sewenang-wenang,” ujarnya.

Meski aksi mogok dilakukan di hari super sibuk, Amazon mengklaim operasional mereka tetap aman. Perusahaan menyebut pesanan pelanggan tidak akan terdampak secara signifikan. Amazon juga menegaskan bahwa mereka mempekerjakan 40.000 pekerja logistik tetap di Jerman, ditambah 12.000 pekerja musiman untuk periode Natal.

Aksi serentak ini menandai meningkatnya tensi antara pekerja dan raksasa e-commerce tersebut, di tengah meningkatnya tuntutan akan kesejahteraan pekerja di sektor logistik yang menjadi tulang punggung industri belanja daring.

Bagikan

Mungkin Kamu Suka