China Pastikan Tetap Jadi Teman Amerika Latin Meski AS Bangkitkan Doktrin Monroe

waktu baca 2 menit

Beijing (KABARIN) - China menegaskan akan tetap menjadi teman bagi negara-negara Amerika Latin dan Karibia walau Amerika Serikat ingin menghidupkan kembali Doktrin Monroe, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Senin.

Doktrin Monroe sendiri awalnya dibuat Presiden AS James Monroe pada 1823 untuk mencegah campur tangan Eropa di Belahan Bumi Barat yang mencakup Amerika Utara, Amerika Selatan, Karibia, dan perairan sekitarnya.

Tujuannya supaya negara-negara yang baru merdeka tidak dikontrol lagi oleh Eropa dan AS pun berjanji tidak ikut campur urusan Eropa.

Presiden AS Donald Trump sempat bilang AS harus menegaskan kendali atas Belahan Barat sesuai penafsiran modern doktrin itu, tapi ia menekankan tindakan menargetkan pejabat Venezuela karena kondisi negara tersebut, bukan hanya karena lokasinya.

"Kebijakan China di kawasan Amerika Latin dan Karibia (LAC) mempertahankan kontinuitas dan konsistensi. Kami menjunjung prinsip non-intervensi dalam urusan internal negara lain, menghormati pilihan rakyat Amerika Latin dan Karibia dan tidak pernah menarik garis berdasarkan perbedaan ideologis," tambah Lin Jian.

Lin Jian juga menegaskan kerja sama China dan negara-negara di kawasan itu selalu berdasarkan kesetaraan dan saling menguntungkan tanpa mencari wilayah pengaruh atau menargetkan pihak tertentu.

"China siap bekerja sama dengan negara-negara Amerika Latin dan Karibia yang memiliki hubungan diplomatik dengan China untuk memperdalam kepercayaan strategis bersama, saling memahami dan mendukung dalam isu-isu yang menyangkut kepentingan inti dan perhatian utama bersama termasuk kedaulatan nasional, keamanan dan integritas wilayah," ungkap Lin Jian.

China juga mendukung negara-negara di kawasan itu untuk menentukan jalur pembangunan sesuai kondisi masing-masing dan menentang hegemoni serta politik kekuasaan.

"China dengan tegas mendukung status kawasan Amerika Latin dan Karibia sebagai Zona Perdamaian. China menentang setiap pelanggaran terhadap tujuan dan prinsip Piagam PBB dan kedaulatan serta keamanan negara lain, ancaman atau penggunaan kekerasan dalam hubungan internasional, dan campur tangan kekuatan eksternal dalam urusan internal negara-negara LAC dengan dalih apa pun," ungkap Lin Jian.

"Keterbukaan, inklusivitas, dan kerja sama yang saling menguntungkan adalah ciri khas kerja sama China-Amerika Latin. Mereka memiliki hak untuk secara mandiri memilih jalur pembangunan dan mitra kerja sama," tegas Lin Jian.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka