Jakarta (KABARIN) - Stellantis dilaporkan telah menyepakati untuk tidak lagi memproduksi kendaraan plug-in hybrid mereka di Amerika Utara, meski memiliki kontribusi penjualan yang cukup positif melalui Wrangler 4xe dan Grand Cherokee 4xe.
CarsCoop melaporkan pada Jumat bahwa sinyal itu, telah dimulai melalui pembatalan peluncuran Gladiator 4xe plug-in hybrid tahun lalu. Jeep beralasan bahwa pembatalan tersebut dikarenakan adanya perubahan preferensi penggerak pelanggan dan penilaian ulang strategi produk mereka.
Oleh karena itu, Stellantis akan secara bertahap menghentikan program hibrida plug-in di Amerika Utara mulai tahun model 2026 dan fokus pada solusi elektrifikasi yang lebih kompetitif, termasuk kendaraan hibrida dan kendaraan dengan jangkauan yang diperluas di mana solusi tersebut paling sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Ini adalah perubahan besar karena menandai berakhirnya produksi Wrangler 4xe dan Grand Cherokee 4xe serta Chrysler Pacifica Hybrid. Tampaknya Dodge Hornet plug-in hybrid juga akan dihentikan produksinya.
Meskipun Stellantis secara efektif menghentikan produksi mobil hybrid plug-in di Amerika Utara, alasannya kemungkinan melampaui sekadar penawaran dan permintaan.
Jeep hybrid plug-in diketahui telah beberapa kali mengalami penarikan kembali (recall) terkait kebakaran hingga harus adanya perintah penghentian penjualan.
Ini agak mengecewakan karena Wrangler 4xe memiliki mesin empat silinder 2.0 liter turbocharged, paket baterai lithium-ion 17,3 kWh, dan motor listrik. Ini memberi model tersebut output gabungan sebesar 375 hp (280 kW / 380 PS) dan jangkauan listrik murni sejauh 22 mil (35 km).
Sumber: ANTARA