Jakarta (KABARIN) - Kementerian Kebudayaan hadirkan Masjid Samudra Pasai yang berada di lingkungan Museum Nasional Indonesia.
Keberadaan masjid itu sebagai bagian dari peningkatan layanan publik museum, seiring dengan meningkatnya jumlah pengunjung dalam beberapa tahun terakhir.
Dikutip dari siaran pers di Jakarta, Rabu, pada musim liburan, jumlah pengunjung Museum Nasional Indonesia tercatat mencapai lebih dari 10 ribu orang per hari, bahkan pernah menyentuh angka hampir 13 ribu pengunjung.
“Dengan jumlah pengunjung yang sangat besar, tidak jarang umat Islam yang ingin menunaikan salat mengalami keterbatasan ruang. Oleh karena itu, kehadiran Masjid Samudera Pasai ini kami harapkan dapat menjadi fasilitas ibadah yang layak dan nyaman bagi para pengunjung,” jelas Fadli.
Adapun penamaan Masjid Samudera Pasai merujuk pada Kerajaan Samudera Pasai sebagai kerajaan Islam pertama di Nusantara, yang diharapkan merefleksikan keterhubungan antara sejarah, budaya, dan praktik keagamaan yang berkembang dan hidup di tengah masyarakat.
“Bataviaasch Genootschap (Museum Nasional Indonesia) didirikan tahun 1778, berarti kita salat Jumat pertama kali setelah 248 tahun, semoga berkah,” ujarnya pula.
Masjid Samudera Pasai dirancang sebagai bagian dari fasilitas umum museum yang mampu menampung jamaah dalam jumlah cukup besar, khususnya pada hari Jumat. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, masjid ini juga diharapkan memperkuat peran museum sebagai ruang publik yang inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
Menteri Kebudayaan turut mengharapkan pengelolaan dan perawatan masjid dilakukan secara berkelanjutan agar tetap representatif dan selaras dengan nilai-nilai cagar budaya yang melekat pada Museum Nasional Indonesia.
“Semoga masjid ini dirawat dengan baik dan dapat
memudahkan para pengunjung dalam melaksanakan ibadahnya saat berkunjung ke museum,” tambahnya.
Dengan diresmikannya Masjid Samudera Pasai, Museum Nasional Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai ruang pelestarian sejarah dan budaya, tetapi juga sebagai ruang publik yang memberikan layanan holistik bagi pengunjung.
Kementerian Kebudayaan berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal serta menjadi bagian dari pengalaman berkunjung di Museum Nasional Indonesia.
Sumber: ANTARA