Julian Johan Duduki Posisi Kelima dalam Rally Dakar 2026

waktu baca 3 menit

Bisa menyelesaikan Dakar di peringkat kelima overall pada kategri Dakar Classic sebenarnya di luar ekspektasi, karena tujuan awal memang untuk bisa mencapai garis finis

Jakarta (KABARIN) - Pereli Indonesia, Julian Johan atau yang akrab disapa Jeje, menorehkan hasil membanggakan di ajang Rally Dakar 2026. Berdasarkan hasil akhir yang dirilis panitia penyelenggara, Jeje sukses finis di posisi kelima overall kategori Dakar Classic, sekaligus mengunci peringkat kelima pada klasemen akhir kategori tersebut.

Capaian ini diakui Jeje sebagai hasil yang jauh melampaui target awalnya. Sejak awal, ia hanya mematok tujuan realistis: bisa menyentuh garis finis di salah satu ajang reli paling ekstrem di dunia.

“Bisa menyelesaikan Dakar di peringkat kelima overall pada kategri Dakar Classic sebenarnya di luar ekspektasi, karena tujuan awal memang untuk bisa mencapai garis finis. Apalagi kita tahu bahwa ajang Dakar itu tidak mudah, baik secara medan, maupun juga durasi dan jaraknya sehingga saya realistis untuk bisa finis,” kata Jeje dikutip dari keterangan tertulis, Senin.

Tak hanya itu, Jeje yang turun di kelas H.2 juga berhasil mengamankan posisi ketiga di kelas tersebut. Menurutnya, tantangan terbesar datang dari karakter lintasan yang sangat menguras fisik dan ketahanan mobil.

“Treknya banyak didominasi dengan gurun batu dan gurun pasir, yang mana sangat menantang secara fisik terus kekuatan kendaraan, serta juga menjadi sebuah medan yang tidak biasa untuk dihadapi pereli Indonesia. Karena dengan medan seperti itu menurut saya membutuhkan talenta dan pengalaman lebih sehingga kita setiap hari berusaha untuk berhati-hati,” katanya menambahkan.

Prestasi Jeje di Dakar Classic 2026 tidak berhenti sampai di situ. Setelah finis ketiga di kelas H.2 dan kelima overall Dakar Classic, ia juga keluar sebagai peringkat pertama pada kategori Iconic Classic. Kategori ini dikhususkan bagi pereli yang menggunakan mobil balap legendaris yang pernah tampil di ajang Paris Dakar.

Untuk balapan kali ini, Jeje mengandalkan Toyota Land Cruiser 100 yang dipersiapkan secara khusus oleh tim balap asal Prancis, Compagnie Sahariene. Menurut Jeje, mobil SUV tersebut merupakan unit yang sebelumnya dibeli tim dari Toyota Jepang, yang pernah meraih kemenangan di era awal 2000-an.

Meski harus menghadapi medan ekstrem berupa gurun batu dan pasir, performa Land Cruiser 100 terbilang solid sepanjang lomba. Mobil tersebut nyaris tanpa kendala teknis serius hingga garis finis.

“Untuk LC100 Alhamdulillah tidak bermasalah dari awal sampai akhir, kita bisa setiap harinya mencapai finis dengan kondisi yang utuh dan tetap sehat. Jadi kalau yang sifatnya kerusakan lebih kepada kaitannya baret pada bodi, pada bagian bumper. Sementara untuk bagian lainnya dari awal sampai akhir semuanya aman,” ujarnya.

Hasil ini menjadi bukti bahwa pereli Indonesia mampu bersaing di level dunia, bahkan di ajang sekelas Rally Dakar yang dikenal kejam dan penuh tantangan.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka