Oto

BYD Pamerkan Megawatt Flash Charger, Isi Baterai Sampai 80 Persen Cuma 5 Menit

waktu baca 2 menit

Zhengzhou, China (KABARIN) - BYD kembali bikin gebrakan di dunia kendaraan listrik. Pabrikan asal China ini memamerkan teknologi pengisian daya ultra cepat bernama Megawatt Flash Charger, yang punya kemampuan tembus hingga 1 megawatt (1.000 kW). Dengan teknologi ini, ngecas mobil listrik rasanya hampir setara dengan isi bensin atau solar di SPBU.

Teknologi Megawatt Flash Charger sebenarnya sudah diperkenalkan BYD sejak April 2025. Namun, BYD kembali mendemonstrasikan langsung kemampuannya saat kunjungan ANTARA bersama sejumlah media Indonesia ke fasilitas sirkuit segala medan BYD di Zhengzhou, China, Rabu (14/1).

Dalam simulasi yang ditampilkan, baterai kendaraan dengan kondisi awal 20 persen bisa diisi hingga 80 persen dalam waktu kurang dari lima menit. Angka ini jelas jadi lompatan besar jika dibandingkan dengan teknologi pengisian cepat yang ada saat ini.

Megawatt Flash Charger bahkan melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Tesla dengan daya 500 kW dan Xpeng yang mencapai 800 kW. BYD mengklaim, secara teknis sistem ini mampu menyalurkan daya hingga 1.360 kW, jika tidak dibatasi oleh sistem manajemen baterai kendaraan.

Sebagai perbandingan, pengisian menggunakan DC fast charger berdaya 200 kW biasanya memakan waktu sekitar 15 hingga 30 menit. Sementara itu, charger rumahan dengan daya 7 kW bisa membutuhkan waktu hingga 7–9 jam untuk pengisian penuh.

Di Indonesia sendiri, daya SPKLU terbesar saat ini masih berada di angka 200 kW. Itu pun belum tentu bisa dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan kestabilan pasokan listrik di beberapa lokasi.

Meski terdengar sangat menjanjikan, teknologi ini belum bisa langsung dinikmati semua mobil BYD. Saat ini, hanya dua model yang sudah mendukung Megawatt Flash Charger, yaitu sedan Han L dan SUV Tang L.

Ke depan, BYD berencana memperluas penggunaan teknologi ini lewat kendaraan yang dibangun di atas Super-e Platform, termasuk untuk lini premium mereka, Denza.

Tak cuma soal kendaraan, kesiapan infrastruktur juga jadi kunci. BYD menegaskan stabilitas suplai listrik mutlak dibutuhkan agar pengisian super cepat ini bisa berjalan maksimal. Karena itu, BYD terus mempercepat pembangunan jaringan Megawatt Flash Charger di berbagai wilayah China.

Sepanjang tahun lalu saja, BYD sudah memasang sekitar 4.000 unit charger, yang sebagian besar berada di dealer dan showroom resmi mereka.

Dengan hadirnya teknologi pengisian super cepat ini, BYD optimistis salah satu hambatan utama adopsi mobil listrik bisa teratasi. Waktu pengisian yang makin singkat diharapkan bikin masyarakat makin percaya diri beralih ke kendaraan listrik.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka