Hector Souto Waspadai Semua Lawan di Grup A Piala Asia Futsal 2026

waktu baca 3 menit

Kami menganalisis mereka dengan sangat detail. Kirgistan mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam satu tahun terakhir...

Jakarta (KABARIN) - Pelatih tim nasional futsal Indonesia Hector Souto menegaskan bahwa staf pelatih telah melakukan analisis mendalam terhadap kekuatan lawan-lawan di fase grup Piala Asia Futsal 2026, sekaligus mengakui bahwa skuad Garuda masih minim pengalaman bersaing di level kontinental.

Dalam jumpa pers menjelang kompetisi, Souto menyebut setiap tim di grup memiliki karakter dan kualitas berbeda sehingga Indonesia harus tampil dengan persiapan matang.

“Kami menganalisis mereka dengan sangat detail. Kirgistan mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam satu tahun terakhir, sering melakukan pemusatan latihan dan pertandingan di Eropa, serta memiliki fondasi yang kuat sejak era Juiz Bernat hingga dilanjutkan oleh pelatih Djetibaev,” kata Souto pada jumpa pers di Indonesia Arena, Jakarta, Senin.

"Di bawah asuhan Coach Djetibaev, mereka menunjukkan performa luar biasa dan berhasil menjadi juara grup (kualifikasi)," lanjut pelatih asal Spanyol itu.

Demikian juga calon lawan lainnya, Irak, yang menutup kualifikasi Piala Asia Futsal Grup F dengan menjadi juara grup.

"Irak juga menjadi juara grup. Saya rasa tidak perlu banyak membahas pelatih mereka, karena semua orang sudah mengetahui rekam jejak kariernya di Brasil, seperti di Foz do Cataratas dan Marreco. Selain itu ada Paulo Fernandez, pelatih asal Portugal dengan perjalanan karier yang sangat baik, pernah melatih Benfica dan Sporting," kata Souto.

Selain itu, Souto menyebut Korea Selatan sebagai salah satu lawan yang menunjukkan konsistensi pertahanan tinggi.

Ia mengulas rekam jejak pelatih Pablo Fernandez serta performa tim tersebut dalam beberapa pertandingan terakhir.

“Dalam empat pertandingan terakhir mereka hanya kebobolan dua gol. Mereka imbang melawan Thailand dan bisa mengalahkan Bahrain,” kata Souto.

Di sisi lain, pelatih asal Spanyol itu mengakui bahwa Indonesia belum memiliki banyak pengalaman melangkah jauh dalam kompetisi Asia, berbeda dengan sejumlah calon lawan di grup.

Menurut dia, Indonesia selama ini lebih terbiasa bersaing di kawasan Asia Tenggara.

“Sejujurnya, di Asia Indonesia belum berjalan. Kami punya pengalaman di Asia Tenggara, tetapi bukan di Asia,” ujarnya.

Ia mencontohkan Kirgistan yang pada edisi sebelumnya mampu menembus perempat final dan hampir lolos ke Piala Dunia futsal.

“Mereka mengalahkan Uzbekistan di fase grup dan tinggal satu langkah lagi menuju Piala Dunia (Futsal). Kami belum punya pengalaman seperti itu,” katanya.

Souto menambahkan bahwa turnamen ini menjadi kesempatan penting bagi timnas futsal Indonesia untuk meningkatkan kualitas dan jam terbang internasional.

“Tujuan kami adalah bertumbuh di kompetisi ini. Semakin lama kami bisa bertahan, semakin baik untuk perkembangan tim,” pungkasnya.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka