Jakarta (KABARIN) - Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel mengaku tak akan belanja untuk menambah pemain baru di putaran kedua BRI Super League 2025/2026 meski timnya kehilangan beberapa pemain kunci.
Van Gastel menyebut bahwa dia sangat puas dengan kedalaman skuadnya saat ini, kendati baru saja dikalahkan Persebaya Surabaya 0-3 dengan kondisi pincang yang dimiliki timnya karena pemain-pemainnya banyak yang menderita cedera,
"Saya senang dengan skuad saya karena saya pikir terutama Andy (Setyo) yang sudah lama tidak bermain, dia bermain sangat baik," kata Van Gastel, dikutip dari laman resmi PSIM, Selasa.
Saat melawan Persebaya, PSIM kehilangan dua pemain inti di barisan pertahanan, yakni Yusaku Yamadera karena cedera dan Franco Ramos Mingo karena akumulasi kartu. Andy Setyo dan Rendra Teddy, dua pemain yang turun sebagai starter di posisi bek tengah pada pertandingan itu juga tak bermain penuh selama 90 menit.
Adapun, PSIM pada pertandingan itu juga tak bisa memainkan dua pemain asingnya, Anton Fase dan Donny Warmerdam karena masih dalam tahap pemulihan cedera.
Setelah laga melawan Persebaya, PSIM akan melanjutkan laga pekan ke-19 dengan tandang menghadapi Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, akhir pekan ini, Minggu (1/2).
"Saya rasa kami mendapatkan kembali beberapa pemain yang cedera sehingga skuad akan menjadi sedikit lebih besar (saat melawan Borneo Samarinda FC),” ungkap pelatih asal Belanda itu.
Meski opsinya terbatas, Van Gastel mengapresiasi dedikasi para pemainnya. Kembalinya beberapa pilar dari cedera, seperti Andy, diharapkan mampu menambah variasi strategi saat menghadapi Borneo.
“Kami tidak dalam posisi untuk mendatangkan empat pemain, seperti Persebaya. Jadi kami memaksimalkan skuad yang kami miliki saat ini,” kata dia.
“Kami membutuhkan semua orang yang masih ada di dalam skuad. Saya selalu mengatakan bahwa pada waktu tertentu tim membutuhkan pemain pengganti yang tidak banyak bermain dan waktunya sudah tiba untuk beberapa pertandingan ini,” tambah dia.
Kekalahan dari Persebaya membuat Laskar Mataram turun ke peringkat ketujuh dengan 30 poin, disalip tim berjuluk Bajul Ijo itu yang menempati peringkat keenam dengan 31 poin.
Sumber: ANTARA