Jepara (KABARIN) - Museum Kartini di Jepara, Jawa Tengah sedang diproyeksikan menjadi pusat studi perempuan yang tak hanya menyimpan sejarah, tapi juga menjadi tempat diskusi, penelitian, dan penguatan kapasitas perempuan.
Ide ini muncul saat Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengunjungi Museum Kartini bersama Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa, Rabu (25/2). Kedatangan mereka disambut Bupati Jepara Witiarso Utomo dan Wakil Bupati M Ibnu Hajar.
"Museum Kartini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang refleksi atas nilai-nilai perjuangan R.A. Kartini yang hingga kini masih sangat relevan," kata Lestari Moerdijat.
Ia menekankan pentingnya kebebasan dan kemandirian perempuan, serta kemampuan perempuan untuk tampil di depan dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.
"Kebebasan perempuan, kemandirian perempuan, dan kemampuan perempuan untuk kemudian berada di depan. Termasuk memperjuangkan nilai-nilai, bukan hanya nilai perjuangan tapi yang paling penting nilai kemanusiaan," ujarnya.
Lestari berharap Museum Kartini nantinya bisa berkembang menjadi pusat studi perempuan yang aktif menyelenggarakan diskusi, riset, hingga program pemberdayaan.
Dengan begitu, museum tidak hanya menjadi tempat menyimpan artefak sejarah, tetapi juga menjadi pusat literasi dan gerakan pemikiran perempuan.
Saan Mustopa memberi apresiasi pada langkah Pemkab Jepara yang menjadikan pendopo bekas rumah dinas bupati sebagai Museum Kartini.
"Ini bupatinya rela untuk tidak menempati lagi. Ini menjadi sebuah komitmen penghargaan terhadap leluhur yang terus diabadikan melalui Museum Kartini," ujarnya.
Ia menekankan menjaga warisan leluhur adalah tanggung jawab bersama, apalagi R.A. Kartini dikenal sebagai pelopor literasi dan emansipasi perempuan di Indonesia.
Sebagai dukungan literasi, Saan menyerahkan bantuan mobil Taman Baca Masyarakat dan mendukung upaya penghapusan pajak buku untuk meningkatkan minat baca.
Bupati Jepara Witiarso Utomo berharap dukungan dari DPR dan MPR RI bisa mempercepat realisasi sejumlah usulan pembangunan yang diajukan Pemkab Jepara.
"Kami merasa terhormat dengan kedatangan Pak Saan dan Bu Rerie yang memperhatikan museum. Kami mengajukan beberapa usulan. Semoga bisa terealisasi untuk masyarakat Jepara," ujarnya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah konkret untuk memperkuat posisi Jepara sebagai kota literasi sekaligus pusat pengembangan nilai-nilai perjuangan perempuan yang diwariskan R.A. Kartini.
Sumber: ANTARA