Atalanta BC memastikan tiket ke babak 16 besar Liga Champions UEFA usai menundukkan Borussia Dortmund dengan skor meyakinkan 4-1 pada leg kedua playoff di Gewiss Stadium, Kamis dini hari WIB.
Hasil ini membuat La Dea berbalik unggul agregat 4-3 setelah sebelumnya kalah 0-2 pada leg pertama di Jerman.
Tuan rumah langsung tancap gas sejak menit awal. Laga baru berjalan lima menit ketika bola kiriman Lorenzo Bernasconi yang coba dipotong Ramy Bensebaini justru jatuh ke kaki Gianluca Scamacca. Sontekannya tak mampu dibendung Gregor Kobel.
Atalanta nyaris menambah gol lewat peluang Nicola Zalewski, namun Kobel tampil sigap. Dortmund sempat mengancam melalui Julian Brandt, tetapi Marco Carnesecchi tampil solid di bawah mistar.
Menjelang turun minum, Atalanta menggandakan keunggulan. Davide Zappacosta memanfaatkan bola liar hasil tepisan Kobel dan melepaskan tembakan jarak jauh yang membawa skor menjadi 2-0.
Agregat Berbalik dan Drama Penalti
Memasuki babak kedua, tekanan Atalanta berlanjut. Umpan silang Marten de Roon disambut sundulan Mario Pasalic pada menit ke-57 untuk mengubah skor menjadi 3-0 sekaligus membalik agregat menjadi 3-2.
Dortmund tidak menyerah. Upaya mereka membuahkan hasil pada menit ke-75 lewat aksi individu Karim Adeyemi yang memperkecil ketertinggalan menjadi 3-1 dan membuat agregat kembali imbang 3-3.
Drama terjadi di penghujung laga. Kesalahan distribusi Kobel berujung kemelut di kotak penalti. Bensebaini melakukan pelanggaran yang setelah tinjauan VAR berujung penalti sekaligus kartu kuning kedua.
Lazar Samardzic yang maju sebagai algojo sukses mengeksekusi penalti dengan sepakan keras ke pojok kiri atas gawang. Gol tersebut memastikan kemenangan 4-1 dan agregat 4-3 bagi Atalanta.
Susunan Pemain
Atalanta (3-4-2-1): Carnesecchi; Scalvini, Hien, Kolasinac; Zappacosta, De Roon, Pasalic, Bernasconi; Samardzic, Zalewski; Scamacca.
Borussia Dortmund (3-4-2-1): Kobel; Can, Anton, Bensebaini; Ryerson, Nmecha, Bellingham, Svensson; Beier, Brandt, Guirassy.
Kemenangan ini menegaskan mentalitas Atalanta di kompetisi Eropa. Setelah tertinggal dua gol secara agregat, La Dea menunjukkan karakter kuat dan efektivitas tinggi untuk memastikan tempat di fase gugur.
Sumber: ANTARA