Jakarta (KABARIN) - Debut Troy Akeem Gillenwater belum mampu hasilkan kemenangan bagi Dewa United Banten yang sedang berada dalam tren negatif di Indonesian Basketball League (IBL) 2026, setelah kalah 87-97 melawan Pacific Caesar Surabaya di GOR Pacific Caesar, Minggu (8/3) malam.
Laman IBL, Senin, menyatakan Gillenwater merupakan pemain asing yang menggantikan pebasket impor sebelumnya, Jordan Lavell Adams.
Kehadirannya diharapkan mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan Adams, yang selama dua musim terakhir menjadi salah satu kontributor poin utama bagi Anak Dewa.
Pada laga melawan Pacific, performa power forward itu sejatinya tidak buruk. Berdasarkan statistik pertandingan, dia justru mencetak double-double yakni 16 poin dan 10 rebound, selama 28 menit 2 detik bermain.
Namun perpaduannya dengan Donell Cooper dan Rio Disi, belum mampu memutus empat kekalahan sebelumnya. Kini tim juara IBL 2025 itu memiliki rekor 0-5 (menang-kalah) dalam lima pertandingan terakhir.
Gillenwater bukan nama asing bagi penggemar bola basket di Asia.
Pemain asal Boston, Massachusetts, Amerika Serikat (AS) itu memiliki pengalaman panjang berkarir di berbagai liga internasional, termasuk Chinese Basketball Association (CBA) di China, serta P. League+ di Taiwan.
Sebelum bergabung dengan Dewa United, dia tercatat membela klub Taiwan, Fubon Braves.
Dalam tujuh pertandingan bersama tim tersebut, dia mampu membukukan rata-rata 20,3 poin per laga (ppg), tujuh rebound per laga (rpg), dan 1,9 assist per laga (apg).
Dia dikenal sebagai pemain serbabisa yang dapat dimainkan di posisi power forward maupun small forward. Dengan postur atletis serta kemampuan menyerang yang lengkap, Gillenwater dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi ancaman bagi pertahanan lawan.
Dia juga memiliki kemampuan bermain di area dalam melalui berbagai variasi gerakan post, sekaligus efektif dalam menembak dari jarak jauh. Ditambah dengan akurasi tembakan tiga angka yang cukup akurat.
Gillenwater merupakan lulusan New Mexico State University dan pernah menjadi salah satu pemain kunci tim tersebut di kompetisi NCAA atau liga bola basket mahasiswa di AS.
Pada musim 2010-2011, dia mencatatkan performa impresif dengan menembus peringkat ke-39 pencetak poin terbanyak di NCAA.
Power forward ini juga meraih penghargaan tim utama National Association of Basketball Coaches (NABC) All-District Six, serta tim utama All-Western Athletic Conference (All-WAC).
Gillenwater menjadi pemain ke-27 dalam sejarah kampus yang berhasil menembus 1.000 poin pada 2 Maret 2011.
Setelah sempat mendaftarkan diri sebagai kandidat awal NBA Draft 2011, dia memutuskan menarik namanya dan memulai karir profesional di luar AS.
Sepanjang karirnya, dia telah bermain di sejumlah negara seperti Turki, Israel, Siprus, Korea Selatan, China, Jepang, hingga Puerto Riko.
Oleh sebab itu, manajemen berharap tuahnya mampu mengangkat performa Dewa United Banten yang tengah terseok-seok di posisi ketujuh klasemen sementara IBL GoPay 2026.
Sumber: ANTARA