Jakarta (KABARIN) - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi NasDem, Ongen Sangaji, meminta jajaran Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan DKI Jakarta agar tidak terburu-buru dalam mengambil langkah penertiban lapangan padel di ibu kota.
Menurut Ongen, kebijakan yang terlalu keras seperti surat edaran hingga ancaman pembongkaran justru berpotensi menimbulkan polemik baru di masyarakat.
"Saya minta jangan berlebihan dengan mengeluarkan surat edaran, apalagi sampai ada ancaman dari camat untuk membongkar lapangan padel yang sudah dibangun," kata Ongen.
Ia menilai, dari ratusan lapangan padel yang ada di Jakarta, hanya sebagian kecil yang bermasalah. Karena itu, penanganannya tidak seharusnya dilakukan secara menyeluruh tanpa melihat kondisi di lapangan.
Ongen juga mengkritisi sejumlah aturan teknis yang dianggap sulit diterapkan. Salah satunya terkait jarak minimal 160 meter dari permukiman serta syarat lokasi di jalan dengan lebar tertentu.
Menurut dia, kondisi lahan di Jakarta yang terbatas membuat aturan tersebut sulit dipenuhi oleh pengelola.
"Kalau mengikuti aturan itu, sangat jelas tidak ada yang memenuhi. Ini harus jadi bahan koreksi yang lebih bijak," ujarnya.
Sebagai jalan tengah, Ongen mendorong pendekatan yang lebih fleksibel. Misalnya dengan mengatur jam operasional serta memastikan adanya persetujuan warga sekitar dan fasilitas parkir yang memadai.
Di sisi lain, ia melihat olahraga padel punya dampak positif, terutama bagi anak muda. Aktivitas ini dinilai bisa menjadi alternatif kegiatan yang lebih sehat dan menjauhkan dari hal-hal negatif.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menetapkan sejumlah aturan baru untuk operasional lapangan padel yang disetujui Gubernur Pramono Anung.
Beberapa aturan tersebut mencakup pembatasan jam operasional hingga pukul 20.00 WIB di kawasan permukiman, larangan pembangunan di area perumahan, kewajiban memiliki izin dari Dinas Pemuda dan Olahraga, penyediaan lahan parkir, serta kepemilikan Persetujuan Bangunan Gedung.
Aturan ini dibuat untuk menjaga ketertiban sekaligus memastikan kenyamanan masyarakat di sekitar lokasi lapangan padel.
Sumber: ANTARA