Rupiah Melemah ke Rp17.104 per Dolar AS di Tengah Tekanan Global

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Nilai tukar rupiah pada akhir perdagangan Jumat tercatat melemah 14 poin atau 0,08 persen ke posisi Rp17.104 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.090 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa menjelaskan pelemahan rupiah dipicu sikap pasar yang berhati-hati atau wait and see menjelang rilis data inflasi Consumer Price Index (CPI) AS.

“Meskipun sempat terapresiasi ke level Rp17.083 pada awal sesi, tekanan eksternal masih mendominasi, terutama akibat penguatan dolar AS menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat,” katanya di Jakarta, Jumat.

Menurutnya, proyeksi kenaikan CPI AS turut meningkatkan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat, sehingga mendorong penguatan dolar AS.

Selain itu, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah serta potensi gangguan distribusi energi global ikut meningkatkan minat terhadap aset safe haven, yang pada akhirnya menekan pergerakan rupiah.

Dari sisi dalam negeri, intervensi Bank Indonesia (BI) menjadi faktor utama penopang stabilitas nilai tukar di tengah tekanan eksternal tersebut.

Ia menyebut Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti menegaskan bahwa stabilitas rupiah menjadi prioritas melalui intervensi di pasar spot dan non-deliverable forward (NDF), serta kesiapan membeli obligasi pemerintah di pasar sekunder.

“Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bahwa bank sentral secara konsisten menjaga stabilitas rupiah, termasuk melalui intervensi di pasar domestik NDF dan offshore,” kata Amru.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga melemah ke level Rp17.112 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.082 per dolar AS.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka