Tim Putri Indonesia Waspadai Keuntungan Kandang Denmark di Perempat Final Piala Uber 2026

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Tim putri Indonesia mewaspadai keuntungan bermain di kandang yang dimiliki tuan rumah Denmark saat kedua tim bertemu pada perempat final Piala Uber 2026 di Forum Horsens, Kamis pukul 18.00 waktu setempat.

Kapten tim Indonesia Putri Kusuma Wardani menilai Denmark memiliki kekuatan yang merata, terutama di sektor tunggal, sehingga tim Merah Putih tidak boleh lengah sejak awal pertandingan.

"Bisa dibilang kekuatan Denmark merata terutama di semua tunggalnya yang memiliki skill dan kemampuan cukup bagus. Namun yang terpenting kami tidak mau menganggap Denmark di bawah, tetap harus waspada," kata Putri.

Ia menegaskan Indonesia harus tampil penuh semangat sejak laga pembuka hingga akhir pertandingan.

"Dari pertandingan pembuka sampai nanti selesai harus semangat terus, pantang menyerah, enjoy, dan lebih mati-matian," ujarnya.

Putri juga memastikan seluruh pemain dalam kondisi siap setelah menjalani sesi latihan terakhir jelang laga.

"Alhamdulillah semuanya persiapannya baik, semuanya latihan dengan baik juga. Siapapun yang diturunkan besok saya yakin sudah yang terbaik dan siap," katanya.

Selain kekuatan lawan, ia menyebut dukungan publik tuan rumah berpotensi menjadi dorongan tambahan bagi Denmark untuk tampil lebih percaya diri. Karena itu, ia meminta rekan-rekannya tetap fokus sepanjang pertandingan.

Sementara itu, pelatih tunggal putri Indonesia Imam Tohari menilai sektor tunggal pertama akan menjadi penentu peluang Indonesia untuk mengamankan tiket semifinal.

"Memang kekuatan tim Denmark ada di tiga tunggalnya yang sudah sering wara-wiri di turnamen Super 500 ke atas. Akan tetapi saya berharap kami bisa setidaknya mengambil dua poin," kata Imam.

Ia memprediksi Denmark akan menurunkan Mia Blichfeldt sebagai tunggal pertama untuk menghadapi Putri Kusuma Wardani.

"Menurut saya tunggal pertama ini memang kunci dari tim Indonesia sebagai pembuka jalan. Mungkin Denmark akan menurunkan Mia Blichfeldt dan berhadapan dengan Putri," ujarnya.

Imam menambahkan catatan pertemuan sebelumnya tidak bisa dijadikan acuan karena atmosfer turnamen beregu berbeda dengan turnamen individu.

"Terakhir bertemu di All England tapi saat itu Mia mengalami cedera, sebelumnya lagi di final Hylo Open 2025 Putri kalah. Tapi sekali lagi, ini turnamen beregu jadi hal itu tidak bisa jadi patokan," katanya.

Pada partai perempat final lainnya, China akan menghadapi Malaysia, Jepang bertemu Thailand, serta Korea Selatan melawan Taiwan. Jika lolos ke semifinal, Indonesia akan berhadapan dengan pemenang laga Korea Selatan kontra Taiwan.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka