Jakarta (KABARIN) - Pengamat musik Indonesia Wendi Putranto mengenang mendiang James F. Sundah sebagai pribadi yang hangat serta memiliki kecintaan besar terhadap musik, seni, dan kemanusiaan.
"Kepergian beliau menjadi kehilangan besar bagi dunia musik Indonesia. Sepanjang hidupnya, James F. Sundah dikenal sebagai salah seorang komposer, penulis lagu, produser, dan arranger paling berpengaruh dalam sejarah musik populer Indonesia modern," kata Wendi di Jakarta, Jumat.
Sebagai juru bicara keluarga, Wendi mengatakan dedikasi James terhadap dunia musik membuat namanya dihormati bukan hanya sebagai pencipta lagu, tetapi juga mentor dan pejuang hak cipta bagi industri musik Indonesia.
Menurut dia, karya-karya James telah melewati berbagai generasi dan menjadi bagian penting perjalanan musik Tanah Air sejak era 1970-an.
"Warisan musikal James F. Sundah akan terus hidup melalui karya-karya yang telah menjadi soundtrack kehidupan banyak orang Indonesia selama puluhan tahun," ujarnya.
James Freddy Sundah meninggal dunia pada Kamis (7/5) pukul 11.28 waktu New York dalam usia 70 tahun. Ia mengembuskan napas terakhir didampingi istri, anak, dan keluarga tercinta.
Musisi kelahiran 1 Desember 1955 itu dikenal sebagai sosok kreatif di balik banyak lagu populer Indonesia dengan ciri komposisi yang kuat, emosional, dan melodius.
Beberapa karya terkenalnya antara lain Lilin-Lilin Kecil, September Ceria, Ironi, Astaga, hingga When You Came Into My Life yang ia ciptakan bersama Titiek Puspa, Klaus Meine, dan Rudolf Schenker dari Scorpions.
Lagu “Lilin-Lilin Kecil” yang dirilis pada 1977 bahkan masuk daftar 150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa versi Rolling Stone Indonesia pada 2009.
Dalam perjalanan kariernya, karya James dibawakan banyak musisi lintas generasi seperti Chrisye, Vina Panduwinata, Ruth Sahanaya, Krisdayanti, Titi DJ, Nicky Astria, Sheila Majid hingga ChoW Mahmud.
James juga diketahui berjuang melawan kanker paru-paru sejak 2024.
Pada 15 Oktober 2025, ia sempat merilis karya terakhir berjudul Seribu Tahun Cahaya yang dinyanyikan Claudia Emmanuela Santoso. Sebulan setelah itu, James menerima penghargaan Lifetime Achievement Award di AMI Awards 2025.
Sejak akhir 1990-an, James dan keluarganya menetap di New York, Amerika Serikat, namun tetap aktif mengikuti perkembangan industri musik Indonesia hingga akhir hayatnya.
Pihak keluarga berencana menggelar viewing dan ibadah penghiburan pada Minggu (10/5) di Schwartz Brothers Memorial Chapel. Prosesi pemakaman akan dilanjutkan pada Senin (11/5) di St. John Cemetery.
Sumber: ANTARA