Jakarta (KABARIN) - Polisi memastikan tiga asisten rumah tangga (ART) berhasil selamat dalam insiden kebakaran rumah milik anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Haerul Saleh di kawasan Jagakarsa, Jumat.
Kapolres Jakarta Selatan I Putu Yuni Setiawan mengatakan berdasarkan keterangan sementara, saat kebakaran terjadi ada empat orang berada di lantai atas rumah, termasuk korban.
"Kalau di atas, keterangan sementara saksi, dengan beliau dan bertiga. Tapi kan ada yang di bawah," kata Yuni kepada wartawan di lokasi kejadian.
Meski begitu, polisi masih mendalami bagaimana ketiga ART tersebut bisa menyelamatkan diri dari kebakaran yang menewaskan Haerul Saleh.
Menurut Yuni, penyidik masih mencocokkan keterangan saksi dengan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) serta barang bukti yang ditemukan di lokasi.
"Olah TKP lagi sedang dilaksanakan di atas. Nah, dari situ persesuaian keterangan saksi dan alat bukti, barang bukti yang ada di atas, nanti itu bisa menjelaskan semuanya nanti," ujarnya.
Sementara itu, penjaga rumah bernama Arpen mengaku mendengar empat orang berteriak meminta tolong dari lantai empat saat api mulai membesar.
"Si mereka berempat teriak minta tolong. Turun ke bawah. Nah tiganya mereka bisa keluar," kata Arpen.
Ia mengaku tidak mengetahui bahwa Haerul Saleh masih tertinggal di ruang kerjanya di lantai empat rumah tersebut.
Tim Mabes Polri melalui Laboratorium Forensik dan Inafis kini masih melakukan olah TKP untuk mencari penyebab pasti kebakaran.
Kebakaran terjadi di rumah korban di Jalan Teratai VI, Tanjung Barat, Jagakarsa. Sebanyak 48 personel dan 12 unit mobil pemadam dari Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan dikerahkan ke lokasi.
Proses pemadaman dimulai pukul 08.07 WIB dan berhasil diselesaikan sekitar pukul 08.46 WIB.
Dalam insiden itu, Haerul Saleh yang juga disebut bernama Khaerul Soleh meninggal dunia dan kemudian dibawa ke RSUD Pasar Minggu untuk penanganan lebih lanjut.
Hingga kini, polisi dan petugas terkait masih mendata total kerugian akibat kebakaran tersebut.
Sumber: ANTARA