Yogyakarta (KABARIN) - Presiden Prabowo Subianto kembali menyoroti pentingnya pemerataan akses hiburan dan industri kreatif di Indonesia, salah satu langkah besarnya menghadirkan bioskop di tingkat kabupaten/kota, agar film nasional bisa semakin mudah menjangkau penonton di seluruh daerah.
Hal itu disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya saat menghadiri Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Market 2025 di Jogja Expo Center, Bantul, Sabtu (29/11). Menurutnya, Presiden Prabowo meminta Kemenekraf bekerja sama dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk menyiapkan model bisnis baru yang berkelanjutan bagi pembangunan bioskop daerah.
Dalam rapat terbatas bersama Presiden tiga pekan lalu, Kemenekraf memaparkan bahwa akses pasar film nasional masih sangat terbatas. Bukan karena kurangnya produksi film, tetapi karena kekurangan jumlah layar bioskop di Indonesia.
“Banyak film sudah diproduksi, namun tidak dapat tayang karena layar yang tidak mencukupi,” ujar Riefky.
Dengan rasio layar terhadap jumlah penduduk yang masih rendah, banyak karya anak bangsa akhirnya kalah bersaing atau tidak sempat diputar.
Bioskop kabupaten/kota jadi solusi
Arahan Presiden Prabowo pun jelas — bangun ekosistem baru bioskop daerah melalui skema bisnis yang dirancang bersama Danantara. Tujuannya bukan hanya ekonomi, tapi juga kebanggaan budaya dan pemerataan akses hiburan.
Riefky juga menegaskan bahwa peluang bisnis bioskop di daerah sebenarnya cukup besar, namun tetap memerlukan dukungan pemerintah, termasuk kemungkinan pemberian insentif atau kemudahan regulasi.
Menurutnya, model bisnis ini masih dalam tahap pembahasan dengan Danantara dan akan melibatkan masukan dari ekosistem industri film.
“Terbuka untuk semua pihak, termasuk kemungkinan kerja sama dengan pemerintah daerah,” kata Riefky.
Ia menambahkan bahwa rancangan lengkapnya akan difinalisasi terlebih dahulu sebelum dipresentasikan lebih luas.