Tips memilih krim untuk hilangkan lingkaran hitam di mata

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Lingkaran hitam di bawah mata memang bisa bikin tampilan jadi kurang segar, apalagi kalau muncul karena kebiasaan kecil yang sering tak disadari. Namun, masalah ini sebenarnya bisa diatasi dengan memilih krim mata yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan kulit.

Dilansir dari Hindustan Times, Sabtu (29/11), dokter kulit Envi Aesthetics, Prachi B. Bodkhe, menjelaskan kepada Health Shots bahwa kunci utama menghilangkan lingkaran hitam adalah memahami dulu penyebabnya. Menurut dia, bayangan gelap di bawah mata tidak hanya datang dari satu faktor.

“Karena setiap penyebab memiliki karakteristik yang berbeda, pendekatan yang digunakan harus dipilih dengan cermat. Krim yang tepat dapat menghasilkan kulit yang lebih cerah dan halus, tetapi hanya jika kandungannya sesuai dengan masalah kulit spesifik Anda,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya mengenali jenis lingkaran hitam agar pilihan krim mata bisa lebih tepat sasaran.

1. Lingkaran hitam berpigmen (cokelat)
Jenis ini biasanya muncul akibat kelebihan melanin, paparan matahari, alergi, kebiasaan menggosok mata, hingga faktor genetik. Untuk kondisi ini, Dr. Bodkhe menyarankan bahan-bahan yang bekerja lembut mencerahkan kulit, seperti Vitamin C atau turunannya yang ringan, Niacinamide, ekstrak akar manis, serta Retinol berkekuatan rendah.

2. Lingkaran hitam vaskular (biru/ungu)
Lingkaran hitam jenis ini terjadi karena kulit bawah mata yang sangat tipis sehingga pembuluh darah tampak jelas. Produk yang mendukung sirkulasi mikro dan menguatkan dinding kapiler akan lebih efektif. Pilihan bahan yang direkomendasikan antara lain kafein, Peptida, Vitamin K, dan formula yang mengandung asam traneksamat.

3. Lingkaran hitam akibat kulit kering dan penuaan
Untuk masalah yang dipicu oleh kulit kering, garis halus, atau skin barrier yang melemah, krim mata yang fokus pada kelembapan adalah solusi terbaik. Bahan seperti asam hialuronat, ceramides, dan squalane dapat membantu membuat area bawah mata tampak lebih halus dan terhidrasi.

Bodkhe juga menekankan pentingnya memperhatikan tekstur dan formula krim. Pilih yang ringan, cepat menyerap, tidak berminyak, memberikan hidrasi stabil, dan minim pewangi agar tidak memicu iritasi.

Jika kulit sedang iritasi, ia menyarankan untuk memulai dari pelembap dasar yang lembut dan menghindari bahan aktif kuat seperti Vitamin C, retinol, atau exfoliating acids. Penggunaan bahan aktif sebaiknya diperkenalkan secara bertahap saat kulit sudah kembali tenang.

Ia menambahkan, ada beberapa tanda bahaya yang harus diwaspadai. “Jika ada rasa terbakar, kemerahan, mengelupas, pembengkakan, dan kekeringan yang terus-menerus, segera hentikan penggunaan dan selalu membaca kemasan dan daftar bahan,” ujarnya.

Dr. Bodkhe juga tidak merekomendasikan kemasan krim mata dengan aplikator rol. Menurutnya, bahan logam atau aplikator keras dapat menarik dan menggores kulit tipis di bawah mata. “Aplikasikan dengan jari bersih dan berikan tekanan lembut,” katanya.

Selain produk skincare, perubahan gaya hidup juga sangat berpengaruh. Tidur cukup untuk mencegah mata lelah, menjaga hidrasi tubuh, mengelola alergi agar bengkak berkurang, dan membersihkan riasan dengan lembut menjadi langkah penting yang perlu dilakukan.

Jangan lupa, penggunaan tabir surya di area sekitar mata setiap hari juga sangat krusial. Langkah sederhana ini membantu mencegah pigmentasi akibat sinar matahari dan menjaga area bawah mata tetap sehat seiring waktu.

Bagikan

Mungkin Kamu Suka