Jakarta (KABARIN) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal memulai pembongkaran tiang monorel yang mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan pada Rabu (14/1).
“Pagi hari lah (acaranya). Tapi nggak seperti keluhan selama ini, terlalu pagi, nggak,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat dijumpai di Jakarta Pusat, Selasa.
Pramono menjelaskan dari total anggaran Rp100 miliar, hanya Rp254 juta yang dialokasikan khusus untuk pembongkaran tiang. Sisanya digunakan untuk menata Jalan Rasuna Said, termasuk pedestrian, jalan, taman, dan fasilitas lainnya, dengan proses penataan diperkirakan berlangsung hingga satu tahun.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, menambahkan fokus pembongkaran awal ada di Jalan Rasuna Said sisi timur sepanjang 3,5 kilometer.
“Kita menata Rasuna Said saja, sepanjang 3,5 kilometer,” ujar Heru.
Jalur cepat, jalur lambat, dan trotoar akan dirapikan supaya menyatu dengan sisi barat yang sebelumnya sudah tertata rapi.
“Sisi timurnya masih terkendala adanya tiang monorel. Makanya akan kita rapikan jalannya yang Jalan Rasuna Said sisi timur, jalur cepat, jalur lambat dan trotoar akan kita tata. Nantinya hilang (pemisahnya). Sama seperti di sisi barat,” jelas Heru.
Setelah tiang monorel dihilangkan, jalur tersebut akan dibuat menyatu dengan satu jalur busway dan tiga jalur reguler.
“Jadi, kalau mau lihat jadinya seperti apa, lihat ke jalan di sebelahnya,” ucap Heru.
Jumlah tiang monorel yang akan dibongkar mencapai 98 unit, dengan estimasi waktu satu hari untuk membongkar tiap tiang.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026