Sedikitnya 201 orang dilaporkan tewas dan 747 lainnya mengalami luka-luka di Iran akibat serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel, menurut Palang Merah Iran pada Sabtu.
“Sejauh ini, 747 orang luka-luka dan 201 orang meninggal,” kata organisasi tersebut seperti dikutip kantor berita Mehr News Agency.
Tim penyelamat Iran mencatat serangan terjadi di 24 dari 31 provinsi di seluruh negeri, menunjukkan luasnya dampak serangan tersebut.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Israel pada Sabtu pagi (28/2) menyatakan telah meluncurkan serangan terhadap Iran dan menetapkan status darurat di seluruh wilayahnya.
Tak lama kemudian, menurut laporan Reuters yang mengutip seorang pejabat Amerika Serikat, AS juga melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran Iran melalui operasi udara dan laut.
IRGC Lakukan Serangan Balasan
Sebagai respons, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengonfirmasi peluncuran gelombang pertama serangan roket ke Israel. Teheran juga meluncurkan rudal dan drone sebagai balasan atas apa yang mereka sebut sebagai agresi terhadap Iran.
Serangan balasan tersebut turut menyasar sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, termasuk di Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.
Perkembangan ini menandai eskalasi signifikan konflik yang berpotensi memperluas ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Sumber: SPU