Jakarta (KABARIN) - Aktris sekaligus penulis Aurelie Moeremans tengah ramai diperbincangkan setelah merilis buku memoar berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth. Buku ini, yang dirilis akhir 2025, memuat potongan kisah masa lalunya yang selama ini jarang diketahui publik.
Sebelumnya, Aurelie sempat menyinggung pengalaman pribadinya di media sosial, termasuk cerita pahit dan sensitif dari hubungan masa lalu. Keberaniannya menuangkan kisah itu ke dalam tulisan membuat banyak pembaca tersentuh dan memberikan dukungan untuknya.
Sekilas tentang Aurelie Moeremans
Aurelie Alida Marie Moeremans lahir di Brussel, Belgia, pada 8 Agustus 1993 dari pasangan Jean-Marc Moeremans dan Sri Sunarti. Ia memiliki seorang adik laki-laki bernama Jeremie Moeremans. Sejak remaja, Aurelie mengikuti ajang pencarian bakat yang membuka jalan ke dunia hiburan Tanah Air. Ia mulai dikenal sebagai model dan kemudian terjun ke dunia sinetron, film, dan musik.
Beberapa sinetron yang dibintanginya antara lain:
Cinta Putri (2009)
Putri yang Ditukar (2011)
Fortune Cookies (2013–2014)
Cinta di Langit Taj Mahal (2015)
Kupilih Cinta (2021–2022)
Kitab Kencan (2023)
Beberapa film yang dibintanginya antara lain:
Jinx (2010)
Cinta Pertamaku (2014)
Melbourne Rewind (2016)
Story of Kale: When Someone’s in Love (2020)
Kutukan Cakar Monyet (2023)
Selain itu, Aurelie juga merilis lagu seperti Gema (2019), Part of Me (2020), dan 5:33 (2023).
Kehidupan pribadi dan keluarga
Aurelie resmi menikah dengan Tyler Bigenho pada 30 Desember 2024 dalam pernikahan yang berlangsung intim di Amerika Serikat. Setelah lebih dari satu tahun menikah, pasangan ini tengah menantikan anak pertama mereka, seorang laki-laki, yang diumumkan melalui acara gender reveal yang hangat dan sederhana bersama keluarga serta anjing kesayangan mereka, Simon.
Buku Broken Strings dan pesan di baliknya
Memoar Broken Strings ditulis dari sudut pandang korban dan menceritakan perjalanan hidup Aurelie sejak usia 15 tahun, termasuk pengalaman pahit menjadi korban grooming. Judul lengkapnya, "Kepingan Masa Muda yang Patah", menekankan pengalaman traumatis yang ia alami.
Buku ini hadir sebagai bentuk edukasi, empati, dan dukungan bagi korban kekerasan dalam relasi. Versi e-book tersedia gratis dalam bahasa Indonesia dan Inggris, sementara versi cetaknya sudah bisa pre-order sejak 13 Januari 2026 melalui akun Instagram @oharabooks.
Melalui Broken Strings, Aurelie berharap kisahnya bisa mendorong orang lain yang pernah mengalami hal serupa untuk berani bersuara. Dukungan publik menjadi sumber kekuatan sekaligus rasa aman bagi proses penyembuhan yang ia jalani.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026