Money

Indonesia dan Inggris Resmi Bentuk Kemitraan Ekonomi Baru

Jakarta (KABARIN) - Pemerintah Indonesia dan Inggris resmi menjalin kerja sama ekonomi melalui Economic Growth Partnership (EGP) untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Arrangement between the Government of the United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland and the Government of the Republic of Indonesia to Establish an Economic Growth Partnership (EGP) oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Secretary of State for Business and Trade (DBT) Inggris Peter Kyle MP saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Inggris.

Dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, Airlangga menyebut kemitraan ini menjadi fondasi untuk mendorong perdagangan, investasi, inovasi, dan kerja sama ekonomi kedua negara.

“Dokumen kerja sama ekonomi strategis tersebut merupakan wujud nyata dari komitmen kedua negara dalam membangun pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan saling menguntungkan,” ujarnya.

Bagi Indonesia, kerja sama ini juga bagian dari target pertumbuhan ekonomi delapan persen per tahun. Penandatanganan EGP menjadi salah satu pilar utama dalam Accord for a New Indonesia-United Kingdom Strategic Partnership yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Inggris.

Airlangga menambahkan bahwa perjanjian ini dirancang praktis dan berorientasi pada pelaku usaha, mencakup sektor prioritas seperti energi bersih, ekonomi digital, keuangan, pendidikan, infrastruktur, transportasi, pertanian, pangan, kesehatan, life sciences, penguatan rantai pasok, serta perdagangan dan pembangunan berkelanjutan.

Melalui kemitraan ini, Indonesia dan Inggris diharapkan bisa memanfaatkan potensi ekonomi masing-masing secara optimal di tengah dinamika global. Airlangga juga menegaskan bahwa Inggris merupakan salah satu mitra strategis Indonesia di Eropa.

Pada 2024, perdagangan bilateral Indonesia-Inggris tercatat 2,78 miliar dolar AS dan terus meningkat sejak 2020, sementara realisasi investasi Inggris di Indonesia mencapai 402,6 juta dolar AS pada triwulan III 2025, terutama di sektor pertambangan, industri pangan, pertanian, kawasan industri, dan jasa.

Secretary Kyle menyatakan bahwa kemitraan ekonomi strategis ini mencerminkan komitmen kedua negara untuk memperkuat hubungan bilateral sekaligus membuka peluang kolaborasi lebih luas antara pemerintah dan pelaku usaha.

Kedua menteri menilai kunjungan Presiden Prabowo ke Inggris menjadi momentum penting yang menandai semakin kuatnya hubungan strategis Indonesia dan Inggris serta mengapresiasi kerja keras tim perunding atas pencapaian ini.

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: