News

Ukraina Buka Peluang Dialog Langsung dengan Rusia Soal Wilayah dan Nuklir

Moskow (KABARIN) - Pemerintah Ukraina menyatakan Presiden Volodymyr Zelenskyy siap duduk satu meja dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membahas persoalan wilayah serta nasib pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhya yang kini dikuasai Rusia.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengatakan pertemuan langsung dinilai perlu karena isu paling krusial masih belum menemukan jalan keluar.

"Seperti yang Anda ketahui, masalah-masalah yang paling sensitif masih belum terselesaikan. Justru untuk menyelesaikannya, presiden siap bertemu dengan Putin dan membahas hal ini," kata Sybiha kepada Pravda Eropa.

Sybiha juga menyebut Ukraina berencana menandatangani proposal perdamaian 20 poin yang diusung Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan berharap kesepakatan serupa bisa diteken antara Washington dan Moskow.

Meski begitu, Uni Eropa dipastikan tidak masuk dalam skema utama kesepakatan tersebut. Menurut Sybiha, UE tetap terlibat secara tidak langsung dalam proses negosiasi dan jaminan keamanan, walau format akhirnya masih terus dibahas.

Sebelumnya, pertemuan awal kelompok kerja Rusia Amerika Serikat dan Ukraina soal keamanan digelar di Abu Dhabi. Pemerintah Uni Emirat Arab menilai pertemuan itu berlangsung positif karena delegasi Rusia dan Ukraina bisa berkomunikasi langsung.

Di sisi lain, Uni Eropa menegaskan penolakan terhadap perubahan batas wilayah Ukraina. Sikap ini dikritik Rusia yang menilai Eropa justru menghambat tercapainya perdamaian.

Sementara itu, Zelenskyy menolak menarik pasukan Ukraina dari wilayah Donbas. Rusia menegaskan penarikan pasukan tersebut menjadi syarat utama dalam setiap rencana perdamaian jangka panjang.

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: