Iran Serang Kilang Minyak dan Tangki Penyimpanan BBM Israel

waktu baca 2 menit

Teheran (KABARIN) - Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas. Iran pada Selasa (10/3) mengklaim telah melancarkan serangan terhadap kilang minyak dan fasilitas penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) di kota Haifa, Israel.

Serangan tersebut disebut sebagai balasan atas serangan sebelumnya yang menargetkan fasilitas penyimpanan minyak milik Iran.

"Angkatan udara Iran, sebagai respons atas serangan terhadap fasilitas penyimpanan minyak Iran, menggunakan drone untuk menyerang kilang minyak dan gas serta fasilitas penyimpanan bahan bakar milik rezim Zionis di Haifa," kata militer Iran dalam pernyataan yang dikutip media pemerintah, IRIB.

Pihak militer Iran menyebut serangan itu terjadi dalam beberapa jam terakhir sebelum pernyataan tersebut dirilis.

Sementara itu, Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) mengonfirmasi bahwa mereka mendeteksi peluncuran rudal lain dari wilayah Iran yang mengarah ke Israel. Sistem pertahanan udara Israel disebut langsung diaktifkan untuk mencegat ancaman tersebut.

Seorang koresponden RIA Novosti juga melaporkan bahwa sirene serangan udara terdengar di Tel Aviv serta sejumlah wilayah di Israel bagian tengah setelah gelombang serangan roket terbaru dari Iran.

Selain sirene, ledakan juga terdengar di langit. Ledakan tersebut diduga berasal dari operasi pencegatan rudal yang dilakukan sistem pertahanan udara Israel.

Berdasarkan sistem peringatan roket Israel, alarm darurat sempat diaktifkan di banyak wilayah Israel tengah. Area yang terdampak peringatan tersebut termasuk kawasan Yerusalem hingga wilayah Tepi Barat.

Situasi keamanan di kawasan itu memang terus memburuk dalam beberapa hari terakhir.

Pada Senin (9/3), satu orang dilaporkan tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka di Israel tengah setelah pecahan roket jatuh di area tersebut.

Ketegangan ini berawal dari serangan yang terjadi pada 28 Februari lalu. Saat itu, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran.

Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta korban sipil.

Sebagai respons, Iran kemudian meluncurkan serangan balasan dengan menargetkan wilayah Israel serta beberapa fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Rangkaian aksi saling serang ini membuat situasi geopolitik di kawasan semakin tidak stabil dan memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas.

Sumber: SPU

Bagikan

Mungkin Kamu Suka