Berdasarkan data sementara, total huntara yang direncanakan di seluruh Aceh mencapai 16.294 unit, dengan progres pembangunan yang terus bergerak signifikan di berbagai kabupaten/kota
Jakarta (KABARIN) - Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah Aceh mencatat percepatan signifikan dalam pembangunan hunian sementara atau huntara bagi warga terdampak banjir dan longsor di berbagai daerah Aceh.
Kepala Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah Aceh Safrizal Zakaria Ali menyebut jumlah huntara yang direncanakan di seluruh Aceh mencapai 16.294 unit dengan progres pembangunan yang terus bergerak di lapangan.
"Berdasarkan data sementara, total huntara yang direncanakan di seluruh Aceh mencapai 16.294 unit, dengan progres pembangunan yang terus bergerak signifikan di berbagai kabupaten/kota," kata Safrizal dalam keterangannya di Jakarta.
Dari total tersebut, sekitar 3.248 unit atau hampir 20 persen sudah rampung dibangun. Sementara sisanya sebanyak 13.046 unit masih dalam tahap pengerjaan dan ditargetkan segera selesai.
Safrizal menegaskan seluruh tim di lapangan bekerja maksimal karena masih banyak warga yang bertahan di pengungsian dan membutuhkan tempat tinggal yang layak secepatnya.
Selain huntara, penyaluran Dana Tunggu Hunian juga terus berjalan. Total penerima bantuan ini tercatat sebanyak 8.047 kepala keluarga. Sekitar separuhnya sudah menerima dana tersebut, sementara sisanya masih menjalani proses administrasi seperti pembukaan rekening dan verifikasi lapangan.
Hingga saat ini, ada 12 kabupaten dan kota yang mengajukan pembangunan huntara serta 16 daerah yang mengusulkan pencairan Dana Tunggu Hunian.
Beberapa wilayah mencatat progres paling cepat. Aceh Tamiang memimpin dengan sekitar 1.000 unit huntara yang sudah selesai dan lebih dari 1.600 unit masih dibangun.
Aceh Utara menyusul dengan 829 unit rampung dan sekitar 3.400 unit dalam proses. Pidie Jaya, Aceh Tengah, dan Bener Meriah juga menunjukkan kemajuan dengan ratusan unit yang sudah siap ditempati.
Safrizal memastikan pemerintah pusat terus turun tangan langsung untuk mengawal proses mulai dari pendataan hingga pembangunan dan penyaluran bantuan.
Ia menegaskan koordinasi antar pihak terus diperkuat agar seluruh target bisa tercapai dan masyarakat terdampak segera mendapatkan kepastian hunian dalam waktu dekat.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026