Jakarta (KABARIN) - Kualitas udara di Jakarta pada Sabtu pagi kembali mencatatkan angka mengkhawatirkan.
Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara global IQAir pada pukul 05.25 WIB, Indeks Kualitas Udara (AQI) Jakarta berada di angka 161. Angka tersebut menempatkan Jakarta di posisi ketujuh kota dengan udara terburuk di dunia dan masuk kategori tidak sehat.
Polusi udara di Jakarta didominasi partikel halus PM2.5 dengan konsentrasi 70 mikrogram per meter kubik.
Dalam kategori ini, kualitas udara dinilai tidak sehat bagi kelompok sensitif. Artinya, anak-anak, lansia, serta individu dengan gangguan pernapasan berisiko mengalami dampak kesehatan lebih serius. Selain itu, paparan jangka pendek juga dapat merugikan hewan sensitif, tumbuhan, hingga menurunkan nilai estetika lingkungan.
Sebagai perbandingan:
- 0–50 (Baik): Tidak berdampak pada kesehatan manusia, hewan, maupun tumbuhan.
- 51–100 (Sedang): Tidak berdampak pada manusia dan hewan, namun dapat memengaruhi tumbuhan sensitif.
- 200–299 (Sangat Tidak Sehat): Berpotensi merugikan kesehatan sejumlah segmen populasi.
- 300–500 (Berbahaya): Risiko serius bagi kesehatan secara umum.
Kota dengan Udara Terburuk Dunia Pagi Ini
Dalam daftar yang sama, posisi pertama ditempati oleh Kabul dengan AQI 370.
Disusul oleh:
- Lahore (238)
- Dhaka (233)
- Kolkata (230)
- Delhi (193)
- Mumbai (172)
- Hanoi (163)
- Chengdu (157)
- Beijing (155)
Jakarta berada di antara kota-kota besar Asia yang memang kerap menghadapi persoalan polusi udara kronis.
Imbauan untuk Warga
Dengan kondisi udara yang tidak sehat, masyarakat direkomendasikan untuk:
- Mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan
- Mengurangi aktivitas luar ruang, terutama bagi kelompok sensitif
- Menutup jendela rumah untuk meminimalkan masuknya udara kotor
- Menggunakan penyaring udara (air purifier) di dalam ruangan
Kondisi ini kembali menjadi pengingat bahwa persoalan kualitas udara di Jakarta masih menjadi tantangan serius, terutama di musim kering dan saat lalu lintas serta aktivitas industri meningkat.
Editor: Suryanto
Copyright © KABARIN 2026