News

Gunung Semeru Alami Sembilan Kali Erupsi, Letusan Capai 1.000 Meter

Lumajang, Jawa Timur (KABARIN) - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru terpantau cukup intens pada Sabtu dengan total sembilan kali erupsi. Ketinggian kolom letusan bervariasi mulai dari 600 hingga 1.000 meter di atas puncak.

Letusan pertama terjadi tidak lama setelah tengah malam dengan tinggi abu sekitar 700 meter. Kolom abu terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan mengarah ke selatan. Saat itu, aktivitas erupsi masih berlangsung.

Petugas Pos Pengamatan Semeru, Liswanto, menyebut letusan tertinggi terjadi pada pagi hari.

"Erupsi dengan letusan tertinggi tercatat pada pukul 05.19 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak yang merupakan erupsi kedelapan," katanya.

Erupsi berikutnya terjadi pada pagi hari dengan ketinggian sekitar 700 meter di atas puncak. Abu yang keluar tampak tebal berwarna kelabu dan bergerak ke arah barat. Aktivitas ini juga terekam di alat pemantau dengan amplitudo mencapai 22 mm dan durasi lebih dari dua menit.

Secara keseluruhan, aktivitas gunung yang berada di perbatasan Lumajang dan Malang ini didominasi oleh gempa letusan. Dalam rentang waktu dini hari hingga pagi, tercatat belasan kali gempa erupsi dengan durasi dan kekuatan yang bervariasi.

Saat ini, status Semeru masih berada pada Level III atau siaga. Otoritas terkait mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di sektor tenggara, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak.

Warga juga diminta menjauhi area sempadan sungai dalam radius 500 meter karena berpotensi terdampak aliran lahar maupun awan panas yang bisa meluas hingga 17 kilometer.

Selain itu, aktivitas dalam radius lima kilometer dari puncak juga dilarang karena risiko lontaran material pijar. Masyarakat di sekitar diminta tetap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, serta aliran lahar di sejumlah sungai yang berhulu dari puncak Semeru.

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: