Harga Bahan Pokok di Jatim Dipastikan Stabil Jelang Idul Adha

waktu baca 3 menit

Setiap menjelang hari besar Islam termasuk Idul Adha ada kecenderungan kebutuhan logistik keluarga meningkat

Surabaya (KABARIN) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan harga bahan pokok di Jatim tetap stabil dan stok aman menjelang Idul Adha setelah melihat langsung kondisi perdagangan di Pasar Banjarejo, Kabupaten Bojonegoro, Senin, bersama jajaran pemerintah daerah setempat.

"Setiap menjelang hari besar Islam termasuk Idul Adha ada kecenderungan kebutuhan logistik keluarga meningkat. Ketika permintaan naik sementara suplai tetap, biasanya ada kecenderungan kenaikan harga beberapa komoditas. Karena itu kami turun langsung ke pasar untuk memastikan stok aman dan harga tetap terkendali," kata Khofifah.

Khofifah menambahkan bahwa harga bahan pokok di Pasar Banjarejo terpantau sangat stabil.

Didampingi Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro, Wakil Ketua IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur Iwan, Khofifah meninjau lapak pedagang untuk memantau harga dan distribusi bahan pokok.

Dari hasil pemantauan di lapangan, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kemasan lima kilogram dijual Rp62.500 dan stoknya dipastikan aman.

"Pasokan beras SPHP aman dan harganya standar. Beras medium SPHP 5 kg dijual Rp62.500," katanya.

Selain itu, ketersediaan Minyakita di Pasar Banjarejo dinilai cukup baik dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp15.700 per liter.

"Minyakita hari ini stoknya bagus. Mudah-mudahan kontinuitas pasokannya bisa terus terjaga dan harganya tetap sesuai HET yakni Rp15.700," ucapnya.

Untuk komoditas hortikultura, harga cabai rawit berada di kisaran Rp60 ribu hingga Rp65 ribu per kilogram, sedangkan cabai merah sekitar Rp20 ribu per kilogram. Adapun bawang putih dijual Rp24 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram.

Namun demikian, bawang merah mengalami kenaikan harga dari sekitar Rp33 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram.

"Kalau cabai memang fluktuatif, kadang naik kadang turun. Tetapi harga Rp65 ribu masih dalam keterjangkauan masyarakat. Yang mengalami kenaikan saat ini bawang merah, dari Rp33 ribu menjadi Rp45 ribu," katanya.

Khofifah juga menyebut harga gula pasir di Pasar Banjarejo bervariasi tergantung merek dan kemasan.

Gula pasir curah dijual sekitar Rp16 ribu per kilogram, sedangkan gula kemasan bermerek berada di kisaran Rp17 ribu hingga Rp18 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga telur ayam ras berada di kisaran Rp26 ribu per kilogram atau lebih rendah dibanding menjelang Idul Fitri lalu.

"Harga telur sekarang rata-rata Rp26 ribu. Kalau dibanding menjelang Idul Fitri lalu, harga telur hari ini jauh lebih murah," katanya.

Penurunan harga juga terjadi pada daging ayam ras yang dijual rata-rata Rp33 ribu per kilogram atau masih di bawah HET.

"Daging ayam rata-rata Rp33 ribu per kg, artinya masih di bawah HET yang berada di kisaran Rp34 ribu sampai Rp35 ribu," katanya.

Sedangkan harga daging sapi mulai mengalami kenaikan sekitar Rp5 ribu per kilogram. Sebagian pedagang menjual Rp120 ribu per kilogram dan sebagian lainnya Rp125 ribu per kilogram.

"Kami cek harga daging sapi, ada yang naik dari Rp120 ribu menjadi Rp125 ribu per kg. Ada juga yang masih Rp120 ribu tetapi pedagang memberi sinyal kemungkinan besok naik Rp5 ribu menjadi Rp125 ribu" katanya.

Khofifah berharap kebutuhan masyarakat menjelang Idul Adha dapat terpenuhi baik dari sisi jumlah maupun keterjangkauan harga. Selain itu, tingginya aktivitas transaksi di pasar menunjukkan daya beli masyarakat masih terjaga.

"Tadi saya juga tanya ke pedagang, Alhamdulillah pembelinya ramai. Ini penting untuk melihat bahwa daya beli masyarakat tetap baik,” katanya.

Baca juga: PIHPS: Harga Cabai Rawit Rp81.300 per Kg, Telur Ayam Rp33.100 per Kg

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka