News

Cara Sederhana Redakan Stres dan Cemas

Jakarta (KABARIN) - Stres dan kecemasan kerap muncul akibat tekanan pekerjaan hingga gaya hidup yang kurang sehat. Namun, kondisi ini sebenarnya bisa dikelola dengan langkah sederhana asalkan dilakukan secara konsisten.

Melansir Hindustan Times, dokter penyakit dalam dari CK Birla Hospital, Rahul Mathur, menyebut teknik pernapasan berirama seperti metode 4-7-8, meditasi harian, hingga berjalan santai di luar ruangan dapat membantu menenangkan pikiran.

“Aktivitas-aktivitas ini membantu menurunkan kadar kortisol secara fisik dan menenangkan sistem saraf Anda,” katanya.

Selain itu, menjaga pola tidur yang teratur juga penting. Ia menyarankan untuk bangun di jam yang sama setiap hari, menghindari penggunaan gadget satu jam sebelum tidur, serta rutin terkena sinar matahari pagi untuk membantu mengatur ritme tubuh.

Mengurangi konsumsi kafein sebelum pukul 14.00 juga dinilai bisa mencegah rasa gelisah di malam hari. Untuk kualitas tidur yang lebih baik, suasana kamar sebaiknya dibuat sejuk dan gelap, serta menuliskan pikiran yang mengganggu sebelum tidur agar lebih rileks.

Jika terbangun di malam hari, sebaiknya tidak langsung mengecek ponsel karena paparan cahaya biru bisa membuat otak kembali aktif. Fokus pada pernapasan dalam menjadi pilihan yang lebih efektif.

Dr. Mathur juga menekankan pentingnya olahraga dalam menjaga kesehatan mental. Aktivitas fisik dapat memicu pelepasan hormon yang meningkatkan suasana hati sekaligus menekan hormon stres.

“Anggaplah aktivitas fisik sebagai penstabil suasana hati alami. Dengan berolahraga, Anda memicu pelepasan zat kimia ‘penyebab perasaan senang’ sekaligus membersihkan hormon stres. Bahkan kebiasaan berjalan cepat selama setengah jam hampir setiap hari dapat secara drastis meningkatkan kesejahteraan mental dan kualitas tidur Anda,” ujarnya.

Dari sisi pola makan, kekurangan nutrisi seperti vitamin D dan omega-3 dapat memperburuk suasana hati. Karena itu, ia menyarankan konsumsi makanan sehat seperti buah beri, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan yogurt, serta membatasi gula, alkohol, dan kafein berlebihan.

Menurutnya, stres yang berlangsung terus-menerus bisa berkembang menjadi gangguan serius seperti depresi, gangguan tidur, hingga penurunan fungsi kognitif. Bahkan, dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit fisik seperti hipertensi, diabetes, dan gangguan jantung.

Jika stres terasa terus-menerus tanpa penyebab jelas atau mulai mengganggu aktivitas harian, disarankan untuk mencari bantuan profesional.

Di sisi lain, membantu orang terdekat yang sedang stres sebaiknya dilakukan dengan empati. Hindari memberi nasihat yang terkesan meremehkan, dan fokuslah pada mendengarkan tanpa menghakimi.

“Manajemen stres bukanlah tentang menghilangkan stres dari hidup Anda tetapi tentang mengubah cara Anda bereaksi terhadapnya. Ini melibatkan kombinasi keterampilan hidup praktis, seperti manajemen waktu dan kebiasaan sehat, yang bertujuan untuk membangun ketahanan internal Anda sehingga Anda dapat menghadapi tantangan hidup tanpa hancur,” kata Mathur.

Penerjemah: Fitra Ashari
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: