Jakarta (KABARIN) - Bethsaida Hospital Gading Serpong menghadirkan teknologi MRI 3 Tesla (3T) berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk membantu diagnosis berbagai penyakit dengan hasil pencitraan yang lebih detail dan proses pemeriksaan yang lebih cepat.
Dokter Spesialis Radiologi Bethsaida Hospital Gading Serpong, Thio Ananda Steven, mengatakan teknologi MRI generasi terbaru ini mampu membantu tenaga medis melakukan evaluasi kondisi pasien dengan lebih presisi.
“Hal ini membantu kami dalam melakukan evaluasi secara lebih presisi, sekaligus mendukung dokter klinisi dalam menentukan langkah penanganan yang tepat bagi pasien,” ujar Thio dalam keterangannya, Kamis.
Menurut dia, MRI 3 Tesla berbasis AI bisa digunakan untuk mendukung diagnosis berbagai kasus medis kompleks, mulai dari stroke, tumor otak, gangguan saraf, penyakit jantung, hingga masalah ortopedi.
Di bidang neurologi, alat ini dapat membantu pemeriksaan stroke, epilepsi, tumor otak, gangguan saraf, sampai kelainan tulang belakang dengan hasil pencitraan yang lebih detail.
Sementara untuk pemeriksaan jantung dan pembuluh darah, teknologi ini mampu mengevaluasi struktur dan fungsi jantung, mendeteksi gangguan otot jantung, kelainan katup, hingga kondisi pasien setelah serangan jantung.
Tak cuma itu, MRI 3 Tesla juga dimanfaatkan di bidang ortopedi untuk melihat kondisi sendi, ligamen, tendon, otot, hingga tulang rawan. Teknologi ini dinilai membantu pemeriksaan cedera olahraga, nyeri lutut, nyeri bahu, dan nyeri punggung secara lebih akurat.
Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, Margareth Aryani Santoso, mengatakan penggunaan MRI berbasis AI ini menjadi bagian dari penguatan layanan diagnostik di rumah sakit tersebut.
Menurut Margareth, alat itu dibekali teknologi AI melalui AIR Recon DL dan Sonic DL yang dapat meningkatkan kualitas gambar medis sekaligus mempercepat proses pemeriksaan pasien.
“Kami terus memperkuat fasilitas medis melalui pemanfaatan teknologi diagnostik terkini yang mendukung ketepatan, kecepatan, serta keselamatan pasien,” kata Margareth.
Sementara itu, CEO GE HealthCare Indonesia, Kriswanto Trimoeljo, menyebut sistem MRI terbaru tersebut mampu memangkas waktu pemeriksaan hingga 50 persen dibanding teknologi sebelumnya.
Ia mengatakan teknologi AI pada perangkat itu juga mampu menghasilkan gambar dengan tingkat ketajaman lebih tinggi sehingga membantu dokter dalam proses diagnosis hingga penentuan terapi pasien.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026