Jakarta (KABARIN) - Aldila Sutjiadi menilai kerja samanya dengan pasangan asal Argentina, Guido Andreozzi, semakin padu setelah sukses melaju ke babak perempat final ganda campuran Wimbledon 2026.
Menurut Aldila, penampilan mereka pada pertandingan kedua jauh lebih baik dibanding laga pembuka. Kekompakan yang terus meningkat menjadi salah satu faktor penting saat mengalahkan pasangan unggulan kedelapan, Jackson Tracy dan Anna Danilina, di babak 16 besar.
"Untuk match kedua ini sebenarnya kami bermain lebih baik daripada match pertama. Guido juga kelihatan bermain lebih tenang dan lebih baik. Chemistry kami setiap match semakin bagus," kata Aldila.
Aldila dan Andreozzi memastikan tempat di delapan besar setelah menang 7-6(6), 5-7, 6-3 dalam pertandingan yang berlangsung di All England Club, London, Minggu (5/7).
Pertandingan berjalan sengit sejak awal. Kedua pasangan sama-sama mampu mempertahankan servis hingga skor 6-6 pada set pertama sebelum Aldila dan Andreozzi mengunci tie-break dengan kemenangan 8-6.
Aldila mengatakan mereka sempat beberapa kali unggul pada tie-break sebelum akhirnya berhasil mengamankan set pembuka.
"Dari set pertama memang kami hold serve terus sampai 6-6. Di tie-break kami sempat unggul 3-1 dan 6-4, lalu akhirnya bisa mendapatkan set pertama dengan baik," ujarnya.
Pada set kedua, lawan berhasil menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan satu-satunya peluang break yang mereka dapatkan. Aldila mengakui dirinya dan Andreozzi sebenarnya sempat memiliki kesempatan untuk lebih dulu mematahkan servis lawan, tetapi gagal memaksimalkannya.
"Di set kedua kami ada kesempatan untuk break di 4-3, tapi tidak bisa memanfaatkan. Akhirnya di 5-5 saya yang kena break dan kami kalah 5-7 di set kedua," kata Aldila.
Memasuki set penentuan, pasangan Indonesia dan Argentina kembali mengambil alih permainan. Mereka sukses mencuri break pada gim ketujuh untuk unggul 4-3 sebelum mengunci kemenangan 6-3.
"Pertandingannya bisa dibilang 50-50 karena memang susah untuk break servis lawan. Untungnya kami bermain sangat baik di return game saat set ketiga, pas unggul 4-3," ujarnya.
Dari sisi statistik, Aldila dan Andreozzi tampil lebih efektif dengan memenangi 81 persen poin dari servis pertama atau 56 dari 69 poin. Mereka juga mengumpulkan total 103 poin sepanjang pertandingan, unggul atas 92 poin milik Tracy dan Danilina.
Selain itu, Aldila dan Andreozzi hanya membuat tiga unforced error, jauh lebih sedikit dibanding lawannya yang melakukan 12 kesalahan sendiri. Kedua pasangan sama-sama mencatatkan sembilan winner.
Jelang perempat final, Aldila mengatakan dirinya dan Andreozzi akan tetap mengandalkan kekuatan permainan mereka sambil menyesuaikan strategi dengan lawan yang akan dihadapi.
"Pastinya kami akan terus bermain sesuai dengan kelebihan dan kekuatan kami. Kami akan menyesuaikan dengan siapa lawan berikutnya. Semoga kami bisa bermain seperti di match kedua ini atau bahkan lebih baik lagi karena hari ini kami cukup solid," kata Aldila.
Pada babak delapan besar, Aldila dan Andreozzi akan menghadapi pasangan Australia, Marc Polmans dan Storm Hunter, yang secara mengejutkan menyingkirkan unggulan pertama asal Italia, Andrea Vavassori dan Sara Errani, dengan skor 6-3, 6-7(7), 6-2.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026