Aksi ini dieksekusi dengan nilai nominal Rp50 per saham dan harga pelaksanaan Rp427 per saham, sehingga total nilai keseluruhan mencapai Rp28,46 miliar
Jakarta (KABARIN) - Direktur Utama PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) Dionysius Tjokro mengatakan perseroan telah menuntaskan pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement dengan menghimpun dana sebesar Rp28,46 miliar.
Seluruh saham baru hasil private placement diserap oleh PT PIMSF Pulogadung (PIMSF) selaku pemegang saham pengendali (PSP) baru yang merupakan bagian dari jaringan bisnis Tjokro Group.
Dionysius menjelaskan perseroan menerbitkan 66.674.000 saham baru dengan nilai nominal Rp50 per saham dan harga pelaksanaan Rp427 per saham.
“Aksi ini dieksekusi dengan nilai nominal Rp50 per saham dan harga pelaksanaan Rp427 per saham, sehingga total nilai keseluruhan mencapai Rp28,46 miliar,” ujar Dionysius dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.
Masuknya PIMSF dan Tjokro Group juga diikuti penyesuaian arah serta model bisnis perseroan melalui perubahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) guna menyelaraskan kegiatan usaha dengan ekosistem bisnis pemegang saham pengendali baru.
Menurut Dionysius, perubahan KBLI dilakukan agar perseroan dapat menangkap peluang pasar yang lebih luas sekaligus membangun sinergi dengan Tjokro Group.
“Melalui perubahan tersebut, perseroan dapat menjalankan kegiatan usaha yang selaras dan bersinergi dengan ekosistem bisnis Tjokro Group. Dengan perubahan KBLI ini, perseroan optimistis dapat memperluas sumber pendapatan dan memperkuat kinerja usaha melalui sinergi dengan Tjokro Group,” katanya.
Penyesuaian tersebut mencakup penambahan tiga KBLI baru, yakni KBLI 70209 tentang aktivitas konsultasi manajemen dan bisnis lainnya, KBLI 46591 mengenai perdagangan besar mesin kantor dan industri pengolahan beserta suku cadang dan perlengkapannya, serta KBLI 68129 mengenai aktivitas real estat atas bangunan dan lahan nonhunian milik sendiri maupun sewa.
Meski demikian, Dionysius menegaskan GPSO tetap mempertahankan lini usaha lama melalui KBLI 46599 yang mencakup perdagangan besar mesin, peralatan, dan perlengkapan lainnya.
“Lini usaha alat survei, pemetaan tanah, serta jasa pengukuran yang menjadi fokus perseroan sebelumnya juga akan tetap diupayakan untuk dipertahankan,” ujarnya.
Penambahan KBLI 68129 dilakukan untuk mendukung rencana aksi korporasi berikutnya, yakni pembelian aset milik PT JIC dengan estimasi nilai sekitar Rp78 miliar.
“Aset tersebut direncanakan untuk disewakan sehingga dapat memberikan tambahan pendapatan bagi perseroan,” kata Dionysius.
Private placement GPSO sebelumnya telah memperoleh persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 22 Juni 2026.
Berdasarkan jadwal, distribusi saham baru kepada PIMSF dilakukan pada 3 Juli 2026, dilanjutkan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 Juli 2026, dan pengumuman hasil pada 8 Juli 2026.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026