IHSG Ditutup Naik 1,19 Persen, Ditopang Penguatan Saham Properti

waktu baca 2 menit

Diperkirakan IHSG (besok) berpotensi melanjutkan 'rally' dan menguji level psikologis di 6.000, namun perlu diwaspadai potensi 'pullback' jangka pendek karena profit taking

Jakarta (KABARIN) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 70,43 poin atau 1,19 persen ke level 5.986,50 pada perdagangan Selasa, didorong kenaikan saham-saham sektor properti.

Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut naik 10,44 poin atau 1,79 persen ke posisi 549,92.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan penguatan IHSG terjadi meski aktivitas perdagangan masih relatif sepi.

"IHSG ditutup menguat pada perdagangan Selasa, di tengah volume dan nilai transaksi yang masih cenderung sepi," ujar Ratna dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Dari dalam negeri, penguatan indeks didukung lonjakan saham sektor properti dengan indeks IDXProperty naik 3,03 persen. Selain itu, dua saham yang baru melantai di bursa melalui penawaran umum perdana saham (IPO) dan mencatatkan Auto Reject Atas (ARA) turut menopang pergerakan IHSG.

Ratna menambahkan sentimen positif juga berasal dari kenaikan cadangan devisa Indonesia yang meningkat menjadi 145,6 miliar dolar AS pada Juni 2026 dari 144,9 miliar dolar AS pada Mei 2026.

Selain itu, usulan DPR untuk mengurangi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027 juga dinilai menjadi salah satu sentimen yang diperhatikan pasar.

"Diperkirakan IHSG (besok) berpotensi melanjutkan rally dan menguji level psikologis di 6.000, namun perlu diwaspadai potensi pullback jangka pendek karena profit taking," ujar Ratna.

Dari pasar global, pelaku pasar masih menanti risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) atau Minutes of Meeting The Fed yang dijadwalkan dirilis pada Rabu (8/7) waktu Amerika Serikat.

IHSG dibuka menguat dan bertahan di zona hijau sepanjang sesi pertama hingga penutupan perdagangan.

Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, 10 sektor ditutup menguat dengan sektor properti memimpin kenaikan sebesar 3,03 persen, disusul sektor barang konsumen nonprimer sebesar 1,59 persen dan sektor keuangan sebesar 1,42 persen. Sementara itu, sektor teknologi menjadi satu-satunya sektor yang melemah dengan penurunan 0,54 persen.

Saham-saham yang mencatat kenaikan terbesar antara lain APLN, LAND, NTBK, BIPP, dan RODA. Adapun saham yang mengalami pelemahan terdalam yakni COCO, TRUS, MMIX, LAPD, dan LUCY.

Frekuensi perdagangan saham tercatat mencapai 1,658 juta kali transaksi dengan volume 21,22 miliar lembar saham dan nilai transaksi sebesar Rp10,13 triliun. Sebanyak 450 saham menguat, 222 saham melemah, dan 289 saham ditutup stagnan.

Di kawasan Asia, mayoritas bursa ditutup melemah. Indeks Nikkei turun 2,04 persen, Shanghai Composite terkoreksi 1,26 persen, dan Hang Seng melemah 0,51 persen. Sementara itu, Strait Times menguat 1,43 persen.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka