Jakarta (KABARIN) - Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Kamis sore, turun 114 poin atau 0,63 persen menjadi Rp18.128 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp18.014 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi meningkatnya permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven di tengah memanasnya kembali konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
“Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven setelah kembali memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran,” ujar Amru kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.
Selain itu, kenaikan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ke kisaran 74 dolar AS per barel turut meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global dan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada level yang relatif tinggi.
Pelaku pasar juga masih menantikan rilis data Klaim Tunjangan Pengangguran Awal Amerika Serikat yang dinilai dapat memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan moneter bank sentral AS.
Di sisi domestik, Amru menilai fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat sehingga mampu membatasi tekanan terhadap rupiah. Hal itu tercermin dari cadangan devisa Indonesia yang meningkat menjadi 145,6 miliar dolar AS pada akhir Juni 2026, dibandingkan 144,9 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya.
“Kenaikan tersebut memperkuat kemampuan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar di tengah meningkatnya ketidakpastian global,” katanya.
Ia menambahkan inflasi yang tetap terkendali serta komitmen Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar melalui bauran kebijakan moneter juga menjadi faktor penopang pergerakan rupiah.
“Meski demikian, dalam jangka pendek pergerakan rupiah diperkirakan masih akan lebih dipengaruhi oleh perkembangan sentimen global dibandingkan faktor domestik,” ujar Amru.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis juga melemah ke level Rp18.090 per dolar AS, dari sebelumnya Rp18.005 per dolar AS.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026