Bantuan ke Gaza tersendat, Israel dinilai langgar kesepakatan gencatan senjata

waktu baca 2 menit

Gaza (KABARIN) - Kantor Media Pemerintah Gaza menyampaikan bahwa jumlah truk bantuan yang diizinkan masuk oleh Israel masih jauh dari kesepakatan gencatan senjata. Dari total 600 truk yang seharusnya masuk setiap hari, Israel hanya membolehkan tidak lebih dari 200 truk bantuan mencapai wilayah Gaza.

Kepala Kantor Media Pemerintah Gaza, Ismail Al Thawabteh, mengatakan kepada Anadolu bahwa jumlah itu bahkan belum mencapai sepertiga dari kebutuhan 2,4 juta warga Gaza.

“Israel mengelola kelaparan di Gaza secara perlahan dan bertahap,” ujarnya sambil menekankan bahwa angka malnutrisi di wilayah tersebut kini sudah melampaui 90 persen.

Kesepakatan antara Hamas dan Israel pada 10 Oktober mewajibkan masuknya 600 truk bantuan per hari. Namun, kenyataannya Israel tidak menjalankan komitmen tersebut dan masih melakukan serangan hampir setiap hari. Serangan ini telah menewaskan sedikitnya 342 warga Palestina sejak kesepakatan itu dibuat.

Thawabteh juga menyebut Israel tetap menahan masuknya alat berat dan berbagai peralatan penting yang dibutuhkan tim pertahanan sipil untuk mengambil jenazah dari bawah reruntuhan. Ia menilai tindakan ini sebagai pelanggaran terbuka terhadap hukum kemanusiaan.

Ia menyebut apa yang dilakukan Israel sebagai kejahatan berlapis, karena tidak hanya membatasi bantuan tetapi juga menghambat kerja kemanusiaan di lapangan. Thawabteh mendesak para mediator untuk memberi tekanan yang kuat agar Israel menjalankan isi kesepakatan dan menghentikan seluruh pelanggaran.

Sejak Oktober 2023, serangan Israel telah menewaskan hampir 70.000 warga Gaza yang sebagian besar perempuan dan anak anak serta melukai lebih dari 170.900 orang lainnya. Sebagian besar wilayah Gaza kini hancur akibat serangan tersebut.

Sumber: ANAD

Bagikan

Mungkin Kamu Suka