...Pengiriman pada hari yang sama berlangsung dalam dua sortie
Jakarta (KABARIN) - Upaya menjangkau wilayah-wilayah Aceh yang terisolasi akibat banjir dan tanah longsor mulai menunjukkan hasil. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan helikopter dan pesawat untuk mengirim bantuan logistik ke daerah yang sampai hari ini masih terputus akses daratnya.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan bahwa strategi pengiriman lewat udara menjadi langkah tercepat untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
Bantuan pertama diberangkatkan menggunakan helikopter BNPB dari Bandara Kualanamu, Medan. Pada sortie perdana, heli tersebut mengangkut 588 kilogram logistik, berisi 60 koli sembako dan 10 koli makanan siap saji. “Pengiriman pada hari yang sama berlangsung dalam dua sortie,” ujarnya.
Tak hanya helikopter, BNPB juga mengoperasikan pesawat Cessna Caravan PK-SNG. Pesawat yang berangkat dari Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, itu terbang menuju Bandara Rembele di Kabupaten Bener Meriah.
Di sortie pertama, pesawat membawa berbagai kebutuhan mendesak: 50 karton mi instan, genset, perangkat Starlink, hingga BBM untuk mendukung komunikasi di lapangan. Pada sortie berikutnya, bantuan tambahan dikirim berupa makanan keluarga, hygiene kit, selimut, kelambu, popok bayi, sampai perlengkapan telekomunikasi.
Pengiriman serupa juga dilakukan untuk Kabupaten Aceh Tengah. Logistik yang dibawa meliputi mi instan, eprokal, naraga, genset, serta internet satelit. Sortie lanjutan mengangkut beras, makanan keluarga, hygiene kit, dan kebutuhan dasar lainnya.
BNPB menegaskan bahwa jalur udara menjadi opsi utama karena sebagian besar akses darat masih tertutup material longsor. Operasi pendistribusian akan terus diperkuat agar warga di Aceh Tamiang, Bener Meriah, dan Aceh Tengah mendapatkan bantuan secara merata dan tepat waktu.