...Basarnas Banda Aceh merencanakan operasi lanjutan dengan skala prioritas terhadap wilayah yang terisolir atau tidak dapat diakses melalui jalur darat
Banda Aceh (KABARIN) - Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Aceh sejak akhir November membawa dampak serius bagi ribuan warga. Hingga Sabtu (29/11), tim Badan SAR Nasional (Basarnas) Banda Aceh mencatat 1.051 korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sementara 24 orang meninggal dunia dan tujuh lainnya masih dalam pencarian.
Kepala Basarnas Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, menjelaskan bahwa operasi penyelamatan terus dilakukan secara intensif sejak banjir meluas pada Selasa (25/11). Enam tim SAR diterjunkan ke berbagai kabupaten/kota terdampak untuk memastikan proses evakuasi berjalan cepat dan aman.
Operasi Penyisiran di Berbagai Wilayah
Basarnas Banda Aceh mengerahkan tim ke sejumlah titik kritis, antara lain:
- Kabupaten Pidie & Pidie Jaya. Total 634 warga berhasil dievakuasi, dengan tiga orang dinyatakan meninggal dunia.
- Kabupaten Bireuen. Tim Unit Siaga SAR Bireuen menyelamatkan 130 warga, menemukan 11 korban meninggal, dan masih mencari satu orang hilang.
- Kabupaten Aceh Tenggara. Sebanyak 114 warga berhasil dievakuasi, sementara 10 orang meninggal dunia dan enam masih dalam pencarian.
- Aceh Barat & Nagan Raya. Sebanyak 173 orang dievakuasi dalam kondisi selamat.
- Wilayah Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Kota Langsa. Operasi dilakukan oleh Pos SAR Langsa yang berfokus pada daerah yang terendam dan berisiko tinggi.
Fokus jangkau wilayah terisolir
Ibnu Harris menegaskan bahwa Basarnas tengah menyiapkan operasi lanjutan yang memprioritaskan daerah terputus akses darat, mengingat masih banyak wilayah yang sulit dijangkau dan memerlukan bantuan cepat.
Dengan cuaca yang masih tidak menentu, tim penyelamat bekerja siang malam untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapat pertolongan.