Moskow (KABARIN) - Ekspor minyak Venezuela lumpuh di tengah operasi militer AS di negara tersebut, menurut laporan Reuters mengutip empat sumber yang tidak bersedia disebutkan namanya.
Ekspor minyak Venezuela, yang anjlok hingga jumlah minimum di tengah blokade Presiden AS Donald Trump terhadap semua kapal tanker yang dikenai sanksi, kini lumpuh karena para kapten pelabuhan belum menerima permintaan izin keberangkatan bagi kapal-kapal bermuatan, menurut beberapa sumber tersebut kepada kantor berita itu.
Sejumlah kapal pengangkut minyak mentah di Venezuela, yang dijadwalkan akan dikirim ke Amerika Serikat dan Asia, belum berlayar, menurut laporan kantor berita tersebut, mengutip data dari layanan pelacakan kapal TankerTrackers.
Beberapa kapal tanker lain yang dijadwalkan akan memuat bahan bakar meninggalkan negara itu dalam keadaan kosong. Secara spesifik, tidak ada kapal tanker yang diisi muatan di pelabuhan minyak utama negara itu di Jose pada Sabtu.
Dengan mengutip beberapa sumber yang tidak disebutkan namanya, Reuters mencatat bahwa penghentian ekspor semacam itu dapat memaksa negara tersebut untuk mengurangi produksi minyak.
Sebelumnya, dengan mengutip data pelacakan kapal dan pialang maritim, Wall Street Journal melaporkan bahwa sebuah kapal tanker yang menuju Venezuela untuk mengangkut minyak telah mengubah haluan dan saat ini menuju Nigeria.
Sementara, empat kapal lainnya telah berhenti berlayar setelah Venezuela diserang oleh AS.
Pada Sabtu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa AS telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela, sementara Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah ditangkap dan dibawa keluar dari negara itu.
Sejumlah media memberitakan adanya ledakan di Caracas dan mengklaim bahwa operasi tersebut dilakukan oleh anggota unit elite Delta Force.
Sumber: Sputnik-OANA
Sumber: SPU